Meski Harga Terpangkas 16% Sepekan, Sekuritas Ini Sebut Saham Bank Mandiri (BMRI) masih Menarik!
JAKARTA, investortrust.id – Dua sekuritas masih mempertahankan rekomendasi beli saham PT Bank MandiriT bk (BMRI) usai rilis kinerja keuangan tahun lalu. Meski demikian, torehanan laba bernilai Rp 55,8 triliun sepanjang 2024 tersebut dinilai masih di bawah perkiraan.
Rekomendasi beli saham tersebut mematahkan tren penurunan saham bank pelat merah ini dalam empat hari terakhir. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BMRI telah anjlok lebih dari 16% dari level penutupan akhir pekan lalu Rp 6.025 menjadi Rp 5.150 pada intraday sesi I hari ini. Level Rp 5.150 telah menjadi level terendah saham bank BUMN terbesar kedua ini dalam 1,5 tahun terakhir.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan, Kamis (6/2/2025), merekomendasikan beli saham BMRI dengan target harga Rp 6.400. Target tersebut telah mempertimbangkan realisasi laba bersih Bank Mandiri senilai Rp 55,8 triliun.
Baca Juga
Ditopang Kenaikan Kredit 19,5%, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 1,31% Jadi Rp 55,78 Triliun
“Realisasi laba bersih Bank Mandiri senilai Rp 55,8 triliun tersebut di bawah estimasi, yaitu hanya mencerminkan 97% dari perkiraan kami dan setara dengan 98% dari consensus analis,” tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa Bank Mandiri berhasil mencatatkan pertumbuhan pesat kredit mencapai 19,5% tahun lalu, namun di lain sisi terjadi peningkatan biaya dana. Sedangkan sisi positifnya dicatatkan peningkatan NIM pada kuartal akhir tahun lalu yang diharapkan berlanjut sampai tahun ini.
Tahun lalu, BMRI berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebanyak 1% menjadi Rp 55,8 triliun. Kredit berutmbuh mencapai 19,5%, simpanan bertumbuh 8%, dan NIM menunjukkan penurunan dari 5,48% menjadi 5,15%.
Rekomendasi beli terhadap saham BMRI juga datang dari analis Sucor Sekuritas Edward Lowis. Dia mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga Rp 7.100. Target tersebut direvisi turun setelah mempertimbangkan pertumbuhan laba bersih perseroan tahun lalu lebih rendah, dibandingkan estimasi.
Baca Juga
Jaga Pertumbuhan Kinerja di 2025, Ini Strategi Bank Mandiri (BMRI)
Target harga tersebut juga mempertimbangkan peluang pertumbuhan laba bersih perseroan tahun ini diperkirakan masih moderat berkisar 3% menjadi Rp 57,4 triliun. Hal ini dipengaruhi likuiditas dana yang masih ketat ditambah pertumbuhan kredit yang cenderung moderat. Sedangkan NIM perseroan diperkirakan stabil.
Terkait torehan kinerja keuangan perseroan tahun lalu, Edward mengatakan, terdorong atas pertumbuhan kredit yang pesat, sehingga biaya kenaikan dana dan kredit bisa terkompenssi. Positifnya BMRI berhasil mengerek naik NIM tipis 4 bps menjadi 5,15% pada kuartal akhir tahun ini.
Grafik Saham BMRI

