Target Harga Saham Antam (ANTM) Direvisi Naik, Potensi Cuan Bisa Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dari semula Rp 3.000 menjadi Rp 4.100. Revisi naik tersebut merefleksikan berlanjutnya kenaikan harga emas dunia yang berimbas terhadap revisi naik target kinerja keuangan. Dengan target harga baru tersebut, potensi cuan saham ini bisa lebih dari 13%.
Proyeksi laba bersih ANTM tahun ini direvisi naik dari semula Rp 6,50 triliun menjadi Rp 7,94 triliun. Perkiraan pendapatan juga direvisi naik dari semula Rp 79,18 triliun menjadi Rp 89,76 triliun. Revisi naik tersebut sejalan dengan dinaikkannya proyeksi rata-rata harga jual emas dari semula US$ 2.900 menjadi US$ 3.300 per ounce tahun ini.
Baca Juga
Harga Terus Meroket, Penjualan Emas Antam (ANTM) Melonjak 163%
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan volume produksi emas ANTM bisa mencapai 1.000 kilo gram dan penjualan sebanyak 42 ton tahun ini. Sedangkan volume penjualan feronikel diperkirakan mencapai 19 ribu ton dengan perkiraan rata-rata harga jual US$ 13.125 per ton. Volume penjualan bijih nikel diperkirakan mencapai 14,9 juta wmt. Bauksit diperkirakan mencapai 1,5 juta wmt.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan dan Naura Rehyan Muchlis mengatakan, revisi naik target laba bersih ANTM tahun 2025–2027 sebesar 22,22-46,3% mengasumsikan rata-rata harga nikel dan emas yang lebih tinggi.
“Saham ANTM layak diperdagangkan pada level Rp 4.100, seiring dengan proyeksi laba yang solid didukung proyek-proyek pertumbuhan yang sedang berjalan, memberi peluang peningkatan nilai dalam tiga tahun mendatang,” tulis riset tersebut.
Baca Juga
Manajemen ANTM memberikan panduan lebih konservatif terkait produksi paruh kedua 2025, seiring penutupan sementara tambang Gag Nikel. Produksi bijih nikel diperkirakan hanya 1–1,2 juta wmt per bulan, sehingga total tahun ini diperkirakan mencapai 15–16 juta wmt. Untuk emas, volume penjualan ditargetkan 1,5–2,0 ton per bulan didukung penguatan pasokan domestik. Pada 2026, volume penjualan nikel diprediksi stabil di 16 juta wmt dan emas diperkirakan 43–44 ton.
Sepanjang semester I-2025, ANTM mencatat penjualan bijih nikel sebanyak 8,2 juta wmt, melonjak 144,3% yoy atau sudah mencapai 55% dari target tahun ini. Adapun volume penjualan emas naik 83,5% yoy menjadi 29,3 ton, didukung penjualan kuartal II sebesar 15,6 ton (+13,3% qoq). Perseroan juga membukukan kenaikan kuat rata-rata harga jual nikel (ASP) di US$55/t dan harga emas.

