Standard Chartered Revisi Target Harga Bitcoin Dalam Jangka Pendek, Jadi Berapa?
JAKARTA, investortrust.id - Standard Chartered telah merevisi prospek jangka pendeknya terkait harga Bitcoin. Sebelumnya, raksasa perbankan itu optimistis harga Bitcoin bisa tembus US$ 500.000 pada 2029, namun prediksi tersebut berubah melhat kondisi yang terjadi saat ini di pasar kripto.
Melansir CryptoNewsFlash, Rabu (26/2/2025), saat ini harga Bitcoin berada di bawah tekanan signifikan dan diperkirakan akan terus berlanjut usai bertengger di bawah level kritis US$ 90.000. Standard Chartered memperkirakan potensi penurunan Bitcoin bisa ke level terendah US$ 80.000.
Sementara itu, analis kripto dengan akun X bernama Walter Bloomberg memperkirakan beberapa faktor berkontribusi terhadap tekanan penurunan Bitcoin. Misalnya sikap agresif The Fed yang terus membuat investor berhati-hati, kekhawatiran akan inflasi, suku bunga, dan kebijakan ekonomi Amerika Serikat (AS), juga memicu ketidakpastian yang menyebabkan aksi jual yang lebih luas.
Baca Juga
Lewat Danantara, Anthony Leong Usul Investasi Bitcoin Jadi Opsi untuk Lunasi Utang RI
Persoalan keamanan juga berperan, dengan peretasan buras yang baru-baru ini mengguncang kepercayaan investor. Peretasan bursa Bybit senilai US$ 1,5 miliar menjadi pengingat nyata akan kerapuhan pasar. Selain itu, lebih dari US$ 1,5 miliar likuidasi kripto telah terjadi yang menekankan intensitas penurunan saat ini.
Meski prospek secara jangka pendek cenderung suram, tapi sejumlah analis tetap optimistis tentang potensi jangka panjangnya. Standard Chartered sebelumnya memprediksi harga Bitcoin bisa mencapai US$ 200.000 pada akhir 2025, dengan menyebut adopsi institusional dan potensi kejelasan regulasi sebagai pendorong utama.
Baca Juga
Wasekjen Hipmi Anthony Leong Yakin Nilai Bitcoin (BTC) Bakal Terus Melonjak
Secara historis, Bitcoin telah menunjukkan ketahanan, dan bangkit dari penurunan tajam. Tesis fundamental Bitcoin tetap kuat, dengan pasokan terbatas, minat institusional yang meningkat, dan pengakuan sebagai penyimpan nilai digital yang terus mendukung pertumbuhan jangka panjangnya.
Melirik data CoinMarketCap, Kamis (27/2/2025) pagi semua koin-koin berjatuhan. Bitcoin, koin nomor wahid terpantau diperdagangkan pada harga US$ 84.325 pada pukul 08.10 WIB atau menurun 4,49% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar kripto global US$ 2,78 triliun, turun 4,29% selama hari terakhir. Sementara dominasi Bitcoin saat ini adalah 60,21%, peningkatan 0,14% selama sehari.
Meski kondisi pasar masih tak dapat diprediksi, investor berpengalaman memahami bahwa Bitcoin selalu menjadi permainan kesabaran jangka panjang. Namun terlepas dari itu, analis percaya dengan fundamental Bitcoin, kelangkaan, adopsi institusional, dan kejelasan regulasi, dapat mendorong pemulihan jangka panjang yang kuat.

