Meningkatnya Permintaan Aset Safe Haven Dorong Kenaikan Harga Emas
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas menguat ke level US$ 2.933 per troy ons pada perdagangan pagi ini, Kamis (20/2/2025). Penguatan ini didukung oleh meningkatnya permintaan aset safe haven setelah risalah pertemuan FOMC The Fed memperkuat sikap hawkish terhadap kebijakan moneter.
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) memandang investor saat ini mencerna pandangan The Fed yang menekankan bahwa tekanan inflasi masih menjadi perhatian utama.
“Dalam risalah yang dirilis semalam, sebagian besar peserta FOMC menyatakan bahwa inflasi masih berpotensi bertahan lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, sehingga kebijakan moneter perlu tetap ketat untuk memastikan tren disinflasi berjalan secara berkelanjutan,” papar riset ICDX yang diterbitkan Kamis (20/2/2025).
Baca Juga
Harga Emas Antam Dibanderol Rp 1,691 Juta di Tengah Perundingan Damai Rusia-Ukraina
Para pejabat The Fed menyoroti potensi hambatan terhadap proses disinflasi, termasuk kebijakan perdagangan baru dari pemerintahan Trump, perubahan regulasi, belanja rumah tangga yang lebih kuat dari perkiraan, serta ketidakpastian geopolitik yang dapat mempengaruhi rantai pasokan global.
Meski The Fed mengakui adanya moderasi dalam tekanan harga, sebagian besar peserta menilai belum ada cukup bukti bahwa inflasi akan turun secara berkelanjutan menuju target 2%.
Sikap berhati-hati The Fed dalam menilai inflasi diperkuat oleh pernyataan Gubernur The Fed Michelle Bowman, yang menegaskan bahwa ia ingin melihat penurunan inflasi yang lebih konsisten sebelum mendukung kebijakan pemotongan suku bunga lebih lanjut.
“Saat ini, pelaku pasar mulai memproyeksikan pemotongan suku bunga baru akan terjadi pada bulan Juli atau September,” ulasnya.
Baca Juga
Saat Harga Emas Bullish, Saham United Tractors (UNTR) Jadi Pilihan Teratas, Ini Pertimbangannya
Di sisi lain, kebijakan perdagangan AS menjadi faktor tambahan yang mempengaruhi sentimen pasar. Presiden Donald Trump kembali menegaskan rencana pengenaan tarif 25% pada mobil, semikonduktor, dan obat-obatan, yang diperkirakan akan diberlakukan dalam beberapa bulan ke depan.
“Kebijakan ini meningkatkan risiko inflasi lebih lanjut, yang berpotensi memperpanjang periode suku bunga tinggi oleh The Fed,” urainya.
ICDX memperkirakan secara teknikal, support terdekat harga emas saat ini berada di kisaran US$ 2.933 - US$ 2.928, dengan resistance terdekat di US$ 2.942 - US$ 2.946. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam berada di US$ 2.919, sementara resistance terjauh berada di US$ 2.955.

