Saat Harga Emas Bullish, Saham United Tractors (UNTR) Jadi Pilihan Teratas, Ini Pertimbangannya
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) layak direkomendasikan beli dengan target harga penguatan cemerlang dalam beberapa bulan ke depan, seiring dengan lompatan harga komoditas emas year to date (ytd) lebih dari 12%.
Analis Sucor Sekuritas Yoga Ahmad Gifari mengatakan, dengan kenaikan harga emas mencapai 12% menjadi US$ 2.900 per oz year to date (ytd), saham UNTR menjadi pilihan teratas. Hal ini didukung volume produksi emas tahunan berkisar 240 oz, operasional berbiaya rendah, dan diversifikasi bisnis yang baik. Peningkatan oulook saham UNTR juga didukung volume produksi emas perseroan kembali pulih.
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Pertahankan Kenaikan Laba Atribusi hingga Kuartal III-2024, Nilainya Segini
“Dengan kinerja operasional tersebut, saham UNTR paling siap untuk menangkap lompatan harga emas. Apalagi penjualan emas berkontribusi sebanyak 7% terhadap total pendapatan dan sebanyak 10% terhadap total laba bersih perseroan hingga September 2024,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Estimasi Kinerja Keuangan UNTR
Sumber: Sucor Sekuritas
Sucor Sekuritas menyebutkan bahwa setiap kenaikan harga emas sebanyak 1%, laba bersih UNTR berpotensi terangkat sebanyka 0,4%. Hal ini membuat saham UNTR paling menarik untuk dilirik di tengah tren bullish harga emas dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham UNTR dengan target harga Rp 39.500. Target harga tersebut juga mengimplikasikan perkiraan PE tahun 2025 sekitar 6,8 kali. Rekomendasi tersebut juga menggambarkan kas bersih perseroan yang besar, neraca keuangan kuat, dan konsistensi catatkan pertumbuhan laba.
Sucor Sekuritas memperkirakan kenaikan laba bersih UNTR menjadi Rp 21,69 triliun tahun ini, dibandingkan proyeksi tahun 2024 senilai Rp 20,84 triliun. Pendapatan perseroan juga diprediksi meningkat menjadi Rp 140,78 triliun tahun 2025, dibandingkan perkiraan tahun 2024 senilai Rp 135,09 triliun.

