Saham Indosat (ISAT) ‘Babak Belur’ Usai Rilis Kinerja Keuangan di Bawah Ekspektasi
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Indosat Ooredoo Hutchinson Tbk (ISAT) mendadak babak belur usai rilis kinerja keuangan tahun 2024 di bawah ekspektasi konsensus analis. Bahkan, penurunan harga saham ISAT tercatat yang terbesar, dibandingkan emiten telekomunikasi lainnya untuk periode year to date (ytd).
Berdasarkan data penutupan perdagangan saham sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (11/2/2025), saham ISAT ditutup anjlok sebanyak Rp 265 (13,80%) menjadi Rp 1.655. Saham ISAT bergerak dalam rentang Rp 1.645-1.920.
Bahkan penurunan harga saham ISAT ytd telah mencapai 33,26% dari Rp 2.480 menjadi Rp 1.655. Penurunan tersebut jauh melampaui saham telko lainnya, seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) hanya terkoreksi 13% dari Rp 2.710 menjadi Rp 2.340 dan PT XL Axiata TbK (EXCL) terkoreksi 0,43% dari Rp 2.280 menjadi Rp 2.270.
Baca Juga
Pencapaian di Bawah Ekspektasi, Target Kinerja dan Saham Indosat (ISAT) Dipangkas
Penurunan harga saham ISAT disebut akibat torehan kinerja keuangan dan operasional sepanjang tahun 2024 tak sesuai perkiraan consensus analis. Indosat sebelumnya mengumumkan kenaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 9% dari Rp 4,50 triliun menjadi Rp 4,91 triliun hingga akhir 2024. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan sebanyak 9,1% dari Rp 51,22 triliun menjadi Rp 55,88 triliun.
BRI Danareksa Sekuritas memangkas turun target kinerja keuangan dan saham PT Indosat Tbk (ISAT), seiring kinerja keuangan tahun 2024 di bawah perkiraan. Revisi juga mempertimbangkan peningkatan kompetisi dan penurunan daya beli masyarakat.
Indosat sebelumnya mengumumkan kenaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 9% dari Rp 4,50 triliun menjadi Rp 4,91 triliun hingga akhir 2024. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan sebanyak 9,1% dari Rp 51,22 triliun menjadi Rp 55,88 triliun.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Raup Laba Rp 4,91 Triliun di 2024, Berikut Penopangnya
Manajemen ISAT dalam penjelasan resminya di Jakarta, Senin (10/2/2025) bahwa pertumbuhan pendapatan berasal dari kenaikan pendapatan selular sebanyak 7,5% menjadi Rp 47,03 triliun, pendapatan MIDI naik signfikan sebanyak 23,4% menjadi Rp 7,98 triliun, dan pendapatan telekomunikasi tetap justru turun sebanyak 14,1% dari 1 triliun menjadi Rp 864,4 miliar.
Indosat (ISAT) juga kembali mencatatkan penurunan basis pelanggan sebanyak 4,1 juta menjadi 94,7 juta pada 2024, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023. Sebaliknya ARPU pelanggan seluler meningkat sebanyak 6,6% menjadi Rp 38,0 ribu per pelanggan pada 2024.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Anananta dan Niko Margaronis mengatakan, realisasi laba ISAT tahun 2024 tersebut hanya merefleksikan 92,6% dari target BRI Danareksa Sekirtas dan mencapai 94,6% dari perkiraan consensus analis atau berada di bawah target.
Baca Juga
Indosat Gandeng AIonOS untuk Percepat Ekosistem AI di Tiga Sektor Ini
Pencapaian yang rendah tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas memilih merevisi turun prospek pendapatan ISAT tahun ini dari semula Rp 60,81 triliun menjadi Rp 59,91 triliun. Begitu juga dengan perkiraan laba bersih direvisi turun dari Rp 6,28 triliun menjadi Rp 5,92 triliun.
BRI Danareksa Sekuritas juga merevisi turun target harga saham ISAT dari Rp 3.800 menjadi Rp 3.200 dengan rekomendasi tetap dipertahankan beli. Rekomendasi beli tersebut mempertimbangkan outlook pertumbuhan masih atraktif dan mempertimbangkan implementasi kebijakan dividen.

