Pencapaian di Bawah Ekspektasi, Target Kinerja dan Saham Indosat (ISAT) Dipangkas
JAKARTA, investortrust.id –BRI Danareksa Sekuritas memangkas turun target kinerja keuangan dan saham PT Indosat Tbk (ISAT), seiring kinerja keuangan tahun 2024 di bawah perkiraan. Revisi turun juga mempertimbangkan peningkatan kompetisi pasar dan penurunan daya beli masyarakat.
Indosat (ISAT) sebelumnya mengumumkan kenaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 9% dari Rp 4,50 triliun menjadi Rp 4,91 triliun hingga akhir 2024. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan sebanyak 9,1% dari Rp 51,22 triliun menjadi Rp 55,88 triliun.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Raup Laba Rp 4,91 Triliun di 2024, Berikut Penopangnya
Manajemen ISAT dalam penjelasan resminya di Jakarta, Senin (10/2/2025) bahwa pertumbuhan pendapatan berasal dari kenaikan pendapatan selular sebanyak 7,5% menjadi Rp 47,03 triliun, pendapatan MIDI naik signfikan sebanyak 23,4% menjadi Rp 7,98 triliun, dan pendapatan telekomunikasi tetap justru turun sebanyak 14,1% dari 1 triliun menjadi Rp 864,4 miliar.
“Realisasi laba tersebut hanya merefleksikan 92,6% dari target kami dan setara dengan 94,6% dari perkiraan consensus analis atau berada di bawah target. Sedangkan pencapaian pendapatan perseroan sudah sesuai dengan perkiraan,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Anananta dan Niko Margaronis dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Perkiraan Kinerja Keuangan ISAT
Melihat pencapaian tersebut, BRI Danareksa Sekuritas memilih merevisi turun prospek pendapatan ISAT tahun ini dari semula Rp 60,81 triliun menjadi Rp 59,91 triliun. Begitu juga dengan perkiraan laba bersih direvisi turun dari Rp 6,28 triliun menjadi Rp 5,92 triliun.
BRI Danareksa Sekuritas juga merevisi turun target harga saham ISAT dari Rp 3.800 menjadi Rp 3.200 dengan rekomendasi tetap dipertahankan beli. Rekomendasi beli tersebut mempertimbangkan outlook pertumbuhan masih atraktif dan mempertimbangkan implementasi kebijakan dividen.
Baca Juga
Naik Rp 25.000, Emas Antam Cetak Rekor Lagi Dekati Rp 1,7 Juta Per Gram
Sedangkan, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ISAT dengan target harga Rp 3.000. Target tersebut telah mempertimbangkan pertumbuhan tipis pendapatan tahun lalu dan pertumbuhan beban yang tinggi dipicu ekspansi B2B.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan pendapatan ISAT lebih tinggi, dibandingkan industry. Kenaikan EBITDA diproyeksikan di atas 10%, mempertimbangkan kondisi makro yang penuh tantangan, dan kompetisi yang terus berlanjut.

