BEI Buka Kembali Transaksi Saham MINA, Sebaliknya TIRA Suspend
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Tira Austenite Tbk (TIRA). Sebaliknya saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) dihentikan sementara mulai sesi I perdagangan Selasa (11/2/2025).
Penghentian sementara perdagangan saham TIRA dipicu atas lonjakan harga kumulatif dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data tradingviews, saham TIRA telah melesat lebih dari 86% year to date menjadi Rp 875.
Baca Juga
Wall Street Melonjak Ditopang Saham Teknologi, Indeks Nasdaq Melesat Hampir 1%
Sebaliknya perdagangan saham MINA dibuka kembali mulai sesi I hari ini usai saham tersebut dihentikan sementara kemarin akibat lompatan harga dalam beberapa hari terakhir. Saham yang ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK) ini telah melesat lebih dari 64% sepanjang 2024 berjalan.
“Dalam rangkan cooling downs sebagai bentuk perlindungan bagi investor dilakukan penghentian sementara perdagangan saham TIRA. Sedangkan saham MINA dibuka kembali mulai hari ini,” demikian penguman resmi BEI di Jakarta, Selasa (11/2/2025).
Terkait lompatan harga saham TIRA dalam beberapa hari terakhir, manajemen TIRA menyebutka, tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perseroan. Perseroan juga tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu dan perseroan juga tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat.
Baca Juga
Abaikan Ancaman Tarif AS, Saham Eropa Melesat ke Rekor Tertinggi
Sedangkan saham MINA baru saja menuntaskan penawaran tender wajib dengan harga pelaksanaan Rp 25 per saham. Pihak yang melakukan tender wajib adalah Hapsoro.
Usai tender Wajib, Hapsoro menjadi pengendali dengan kepemilikan 5,71% saham MINA. Sedangken pemegang saham terbanyak adalah PT Basis Utama Prima dengan kepemilikan 45 71% dan sisanya saham public.
Grafik Saham TIRA dan MINA

