BEI Suspend Saham SMDM, Sebaliknya GRPM Dibuka Kembali
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspend) saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM). Sebaliknya transaksi saham PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) dibuka kembali (unsuspend) mulai sesi I, Senin (10/2/2025).
Penghentian sementara perdagangan saham SMDM dipicu atas lomptan harga dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data BEI saham SMDM telah melesat lebih dari 141% menjadi Rp 1.425 dalam lima hari terakhir, bahkan penguatan saham SMDM dalam empat hari terakhir auto reject atas (ARA).
Baca Juga
BSD Gelar Tender Wajib Saham Suryamas Dutamakmur (SMDM), Harganya Segini
Sebagaiman diketahui, SMDM telah menjadi anak usaha PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dengan kepemilikan 98,97% saham setelah menuntaskan akuisisi saham SMDM dari Top Global Limited pada 23 Oktober 2024. Saat itu, BSDE membeli sebanyak 91,99% saham SMDM dengan harga pelaksanaan Rp 531 per saham.
Sebaliknya perdagangan saham GPRM dibuka kembali setelah mengalami penghentian sementara (suspend) akhir pekan lalu. Sebagaimana diketahui, saham ini sempat dihentikan menyusul kenaikan harga pesat dalam lima hari terakhir mencapai 31,58%, meski saham ini dicatatkan di papan akselerasi.
Baca Juga
Graha Prima Mentari (GRPM) Optimistis Pendapatan dan Laba Melonjak 50% hingga Akhir 2024
GRPM merupakan perusahaan yang dikendalikan Rudy Susanto Wijaya dengan kepemilikan 45,42% dan Agus Susanto sebanyak 24,7% saham. Sisanya dimiliki Hendriyanto Liem sebanyak 5,34%, Triyanto Sukses sebanyak 10,61%, dan sisanya investor publik 13,93% saham.
Grafik Saham SMDM dan GRPM

