Graha Prima Mentari (GRPM) Optimistis Pendapatan dan Laba Melonjak 50% hingga Akhir 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) optimistis pendapatan dan laba perseroan akan meningkat sebesar 50% hingga akhir tahun 2024.
Direktur Utama GRPM, Agus Susanto menyatakan, target pendapatan yang dibidik perseroan berada pada angka Rp 556,5 miliar dan laba bersih dengan nilai Rp 5,4 miliar.
“Minimal revenue kita bisa di angka hampir Rp 560 miliar. Sedangkan net profit margin minimal kita harapkan ada di angka hampir Rp 5,5 miliar,” kata Agus dalam paparan publik (public expose/Pubex) yang dilakukan secara virtual meeting, Jumat (30/8/2024).
Dengan torehan kinerja keuangan kuartal II-2024, menurut Agus, pihaknya yakin dapat mengejar pendapatan hingga tembus di angka Rp 560 miliar.
“Kita harapkan omset kita minimal berkembang 50%. Jadi kalau laporan keuangan 2023 sekitar Rp 300 miliar, mudah-mudahan minimal di tahun 2024 ini sekitar Rp 550 atau Rp 560 miliar,” ujar Agus.
Baca Juga
Naik 106,98%, Penjualan Graha Prima Mentari (GRPM) Capai Rp 370,7 Miliar di Kuartal II-2024
Di sisi belanja modal atau capital expenditure (Capex), Agus menyebutkan perseroan telah menyiapkan Capex sekitar Rp 20 miliar pada tahun ini. Sedangkan hingga kuartal II-2024 GRPM telah menggunakan Capex senilai Rp 10 miliar.
“Capex ini agak susah kita hitungnya ya, tetapi pada saat ini kita sudah mengeluarkan kurang lebih Rp 10 miliar sampai baru paruh kedua. Kita juga punya fasilitas distributor financing dari beberapa bank yang stand by. Jadi no worries, tahun ini kita anggarkan capex-nya kurang lebih Rp 20 miliar,” paparnya.
Berdasarkan catatan investortrust.id, GRPM telah mencatatkan penjualan pada kuartal II-2024 sebanyak Rp 370,7 miliar atau naik sebesar 106,98% (year-on-year/YoY) dibandingkan kuartal II-2023 sejumlah Rp 179,1 miliar.
Hal ini disampaikan Direktur Keuangan GRPM, Lili Solihah dalam paparan publik melalui zoom meeting pada Jumat (30/8/2024) sore.
Baca Juga
Graha Prima Mentari (GRPM) Tetapkan Dividen 52% dari Laba Bersih
“Pada laporan Q2-2024 ini penjualan PT Graha Prima Mentari mencapai Rp 370,7 miliar, naik secara signifikan dari kuartal II-2023 yaitu sebesar 106,97%,” katanya.
GRPM juga mencatatkan total laba kotor (gross profit) dan laba bersih (net profit) pada kuartal II-2024 yang masing-masing sebesar Rp 27,6 miliar dan Rp 3,6 miliar, sedangkan pada kuartal II-2023 masing-masing sebesar Rp 14,4 miliar dan Rp 2,2 miliar.
“Kenaikan yang sama diikuti juga oleh catatan gross profit dan net profit masing-masing 91,67% dan 63,63%,” ujar Lili.
Kemudian, Lili juga memaparkan peningkatan aset sebesar 270,76% (YoY) atau senilai Rp 181,3 miliar pada kuartal II-2024 dibandingkan kuartal II-2023 yang sejumlah Rp 48,9 miliar.
“Total aset pada kuartal II-2024 sebesar Rp 181,3 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 270,76% dibandingkan dengan laporan keuangan kuartal II-2023,” paparnya.
Adapun ekuitas perusahaan turut meningkat sebesar 162,54% atau senilai Rp 86,9 miliar pada kuartal II-2024 dibandingkan kuartal II-2023 yang senilai Rp 33,1 miliar.
“Untuk ekuitasnya di angka Rp 86,9 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 162,54% dibandingkan dengan laporan keuangan kuartal II-2023,” tambah Lili.
Lili mengungkapkan, peningkatan kinerja tersebut dikarenakan GRPM telah mengakuisisi salah satu perusahaan distribusi Fast Moving Consumer Goods (FMCG) yakni PT Tri Usaha Jaya (TUJ) pada 30 Mei 2024.
“Lonjakan ini menjadi catatan baik yang diperoleh PT Graha Prima Mentari setelah melakukan akuisisi PT Tri Usaha Jaya sebagai salah satu langkah strategis yang dihubungkan pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada tanggal 30 Mei 2024,” ucapnya.

