Mengenaskan! IHSG Anjlok 180 Poin Jelang Penutupan Pasar
JAKARTA, investortrust.id – Koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/2/2025), jelang penutupan makin parah hingga amblas lebih dar 180 poin (2,56%) menjadi 6.848. Padahal, awal sesi indeks sempat dibuka naik tipis. Pelemahan indeks berbanding terbalik dengan bursa saham Asia yang bergerak mayoritas naik.
Penurunan makin dalam setelah harga saham bank besar bergururan dipimpin saham BMRI terjun 9,05% menjadi 5.025, saham BBRI anjlok 4,59% menjadi Rp 3.950, saham BBNI turun 4,89% menjadi Rp 4.280, dan BBCA turun sebanyak 3,01% menjadi Rp 8.850.
Baca Juga
Pelemahan dalam juga melanda saham top 10 market caps lainny di luar saham bank, seperti saham BREN, TPIA, BYAN, AMMN, DSSA, TLKM, ASII, dan saham PANI. Sedangkan secara sectoral semua catatkan penurunan dengan koreksi lebih dari 2% dicatatkan saham material dasar, industry, sektor keuangan, sektor transportasi, dan sektor property.
Meski demikian saham PT Steady Safe Tbk (SAFE) dibuka auto reject atas (ARA) masih torehkan penguatan hingga ARA sebanyak 24,50% menjadi Rp 376 dan PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) menguat 24,60% menjadi Rp 434.
IHSG kemarin ditutup anjlok sebanyak 49,23 poin (0,70%) menjadi 7.024,23 dengan pemodal asing membuka penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 490,48 miliar. Net sell terbanyak lagi-lagi melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 203,27 miliar dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 162,47 miliar.
Baca Juga
Tak Penuhi Ketentuan Ekuitas Minimum, OJK Cabut Izin Usaha Sarana Sulut Ventura
Koreksi indeks kemarin dipicu atas penurunan sektor saham keuangan 1,40%, sektor kesehatan 1,13%, sektor consumer primer 0,79%, sektor infrastruktur 0,90%, sektor consumer non primer 0,66%, dan sektor transportasi 0,94%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor property 0,34%, sektor property 0,42%, dan sektor material dasar 0,64%.
Meski IHSG ditutup melemah, sejumlah saham ini torehkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) naik 24,93% menjadi Rp 4.710, PT Steady Safe Tbk (SAFE) melesat 24,79% menjadi Rp 302, PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) naik 24,59% menjadi Rp 1.140, dan PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) naik 24,67% menjadi Rp 374
Penguatan hingga ARA juga melanda saham PT Brigit Biofarmaka TeknologiT bk (OBAT) naik 24,21% menjadi Rp 474 dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) sebanyak 19,98% menjadi Rp 31.375. Sedangkan saham dari rumpun top 10 market cap yang naik paling pesat dipimpin PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan kenaikan 4,35% menjadi Rp 7.200.

