Bagikan

Sekuritas Ini Revisi Naik Target Saham Bank Mandiri (BMRI), Berikut Penjelasannya

JAKARTA, investortrust.id – Prospek dan target harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) direvisi naik setelah membukukan kinerja keuangan mengesankan sepanjang semester I-2024, khususnya pertumbuhan kredit yang kuat jauh di atas rata-rata perbankan.

Sinarmas Sekuritas dalam riset perkembangan kinjerja keuangan dan target saham yang diterbitkan kemarin, hanya saham BMRI yang direvisi naik dari rekomendasi add menjadi buy dengan target harga direvisi naik dari semula Rp 7.275 menjadi Rp 8.600.

Analis Sinarmas Sekuritas Arief Machrus dalam riset tersebut menyebutkan bahwa, revisi naik tersebut menggambarkan keberhasilan Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan pertumbuhan kredit yang mengesankan sebanyak 20,5% pada semester I-2024 menjadi Rp 1.532 triliun. Lonjakan tersebut mendorong manajemen untuk merevisi naik target pertumbuhan kredit tahun ini menjadi sekitar 16-18%. 

Baca Juga

Bank Mandiri (BMRI) Catat Rekor Rasio CASA Tertinggi Sebesar 79,7% di Kuartal II-2024

“Kami menetapkan saham BBCA dan BMRI sebagai pilihan teratas untuk saham sektor perbankan didukung kinerja keuangan yang kuat dan valuasi yang menarik hingga kini,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini. 

Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BMRI telah menguat lebih dari 7% sepanjang Agustus 2024 berjalan atau month to date (mtd) menjadi Rp 6.970 hingga akhir sesi I hari ini. Pemodal asing juga terpantau gencar memborong saham bank pelat merah ini dengan total pembelian telah mencapai Rp 2,35 triliun mtd.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan,  Bank Mandiri (BMRI) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid, dengan fokus pada penguatan dana pihak ketiga (DPK) melalui strategi peningkatan dana murah atau CASA. 

Bank berlogo pita emas ini mencatatkan pertumbuhan DPK secara konsolidasi sebesar 15,4% year on year (yoy), mencapai Rp 1.651 triliun pada semester I-2024.

Menurut dia,  pertumbuhan DPK ini didorong oleh peningkatan dana murah sebesar 17,9% yoy. Pencapaian ini ditopang oleh pertumbuhan giro yang mencatatkan peningkatan 23% yoy menjadi Rp 612 triliun, serta tabungan yang naik 13,4% yoy menjadi Rp 626 triliun.

Baca Juga

Bank Mandiri (BMRI) Tanamkan Budaya Berkelanjutan di Lingkungan Kerja

Pencapaian tersebut turut melesatkan komposisi rasio dana murah (CASA Ratio) Bank Mandiri mencapai 79,7% secara bank only, yang merupakan level tertinggi dalam sejarah Bank Mandiri. Prestasi ini juga membantu menjaga biaya dana atau Cost of Fund (CoF) bank only pada level rendah sebesar 2,08%.

"Pertumbuhan penempatan dana murah di Bank Mandiri tidak terlepas dari transformasi digital yang terus kami lakukan, dengan fokus pada inovasi untuk menghasilkan layanan terbaik bagi nasabah," ujar Darmawan dalam keterangan resminya, Selasa (13/8).

Grafik Saham BMRI

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024