Bos BNI Sebut Penurunan BI Rate Jadi Sinyal Positif Ke Perbankan
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI menilai, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) sinyal positif bagi sektor perbankan ke depannya.
“Sinyal BI menurunkan suku bunga 0,25 (persen) itu sudah bagus sekali. Itu berarti sinyal (positif) bahwa banyak hal lah. Pasti impact-nya positif,” kata Direktur Utama BNI Royke Tumilaar dilansir dari Antara, Kamis (16/1/2025).
Meskipun demikian, Royke berharap penurunan BI Rate ini turut diikuti dengan penurunan suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). “Saya berharap sih sebenarnya suku bunga SRBI juga agak turun sedikit,” ujarnya.
Baca Juga
Ekonom Menilai Tepat Pemotongan BI Rate 25 Bps, Ruang sudah Ada Sejak Desember 2024
Royke juga berharap, belanja pemerintah lebih tinggi di awal tahun ini. Sebab, apabila pemerintah meningkatkan belanja maka akan ada aliran dana ke masyarakat yang meningkatkan likuiditas di pasar. Hal ini akan mempengaruhi penurunan bunga SRBI.
“Makanya saya berharap spending pemerintah juga tinggi di awal tahun, di awal ini. Terus SRBI juga bisa dikecilkan sedikit, bunganya diturunkan, itu akan banyak," katanya.
Baca Juga
Usai BI Rate Dipangkas 25 Bps, Saham Bank BUMN Dipimpin BBRI Terbang
Lebih lanjut, Royke mengatakan bahwa penurunan BI Rate tidak akan terlalu berdampak signifikan terhadap kredit BNI.
Ia juga belum dapat memastikan kapan suku bunga Kredit Perumahan Rakyat (KPR) bakal turun. “Belum. Kita belum bisa lihat itu, nanti lihat (bunga KPR), kan itu reference rate-nya BI,” tutupnya.

