Indocement (INTP) Kalahkan Pertumbuhan Industri, Sahamnya Menarik!
JAKARTA, investortrust.id – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) berhasil mencatatkan kinerja operasional yang lebih baik, dibandingkan dengan kinerja industry sepanjang tahun 2024. Hal ini ditunjukkan peningkatan volume penjualan semen perseroan mencapai 8% sepanjang 2024, dibandingkan penjualan industry semen turun tipis 0,3%.
Keberhasilan tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham INTP dengan target harga Rp 8.800 per saham. Target harga tersebut juga mempertimbangkan masih berlanjutnya penurunan volume penjualan semen nasional.
Baca Juga
Program 3 Juta Rumah Cerahkan Penjualan Semen, Mana yang Tercuan SMGR atau INTP?
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa penurunan volume penjualan semen nasional sebanyak 0,3% menjadi 63,79 juta ton pada 2024. Angka tersebut relatif sama atau lebih rendah sedikit dari target semula sebanyak 64 juta ton.
Sedangkan INTP berhasil mencatatkan volume penjualan sebanyak 18,92 juta ton semen atau meningkat 8% dari tahun lalu. Pertumbuhan pesat tersebut disumbangkan masukknya Semen Grobogan. Sedangkan volume penjualan tanpa menghitung Semen Grobogan, INTP hanya menunjukkan penurunan sebanyak 0,9% dari realisasi periode sama tahun 2023. “Realisasi penjualan sebanyak 18,92 juta ton tersebut sudah sesuai dengan perkiraan BRI Danareksa Sekuritas atau setara dengan 99% dari target yang kami tetapkan,” tulisnya.
Baca Juga
Didukung Beragam Sentimen Positif, Begini Target Harga Terbaru Saham SMGR dan INTP
Dengan volume penjualan sebanyak 18,92 juta ton, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, INTP berhasil menaikkan pangsa pasar (market share) penjualan semen nasional menjadi 29,7%, dibandingkan tahun 2023 sebanyak 27,3%.
Sedangkan memasuki tauhn 2025, Richard dan Sabela menuturkan, INTP masih menghadapi perlambatan volume penjualan semen kuartal I-2025. Hal ini dipicu atas musim hujan yang berimbas terhadap penurunan aktivitas konstruksi, masih rendahnya anggaran konstruksi di awal tahun, dan sejumlah libur.
Grafik Saham INTP

