Laba Naik 13,8% di Semester I, Pemulihan Saham Indocement (INTP) Berlanjut?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membukukan laba periode berjalan sebesar Rp 494,8 miliar pada semester I 2025 atau tumbuh 13,8%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 434,7 miliar. Kinerja positif tersebut langsung berimbas terhadap kenaikan harga saham ini dalam beberapa pekan terakhir.
Kenaikan laba ini ditopang oleh lonjakan pendapatan keuangan bersih sebanyak 112,6% menjadi Rp 5,7 miliar, yang berasal dari bunga atas saldo kas lebih besar. Meski demikian, pendapatan neto perseroan tercatat turun 1,1% menjadi Rp 8,03 triliun, seiring penurunan volume penjualan semen dan klinker sebesar 1,6% menjadi 8.891 ribu ton.
Baca Juga
Begini Peluang Saham Indocement (INTP) di Tengah Valuasi Murah dan Kenaikan Permintaan Semen
Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), pasar semen domestik pada paruh pertama 2025 turun 3,1%. Penurunan terutama terjadi pada pasar semen curah yang merosot 10,2%, dipicu melemahnya permintaan dari proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan pemangkasan anggaran infrastruktur. Sementara itu, pasar semen kantong tercatat stagnan akibat daya beli masyarakat yang masih lemah.
Manajemen INTP optimistis volume penjualan akan membaik pada paruh kedua 2025, seiring cuaca lebih kering, hari libur yang lebih sedikit, dan meningkatnya belanja konstruksi menjelang akhir tahun. Perseroan juga fokus pada efisiensi biaya serta peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif (AF).
Baca Juga
IHSG Mencoba Resistance 7.680, Tiga Saham Dipimpin WIFI Dijagokan Hari Ini
“Salah satu proyek utama fasilitas bahan bakar alternatif sedang berlangsung di Kompleks Pabrik Grobogan, yang akan menambah kapasitas pengumpan biomassa dari 10 ton per hour (tph) menjadi 40 tph, dengan target beroperasi penuh pada kuartal IV 2025,” tulis Manajemen INTP dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/8/2025).
Terkait pergerakan harga, saham INTP berhasil mencatatkan kenaikan lebih dari 19% menjadi Rp 6.650 dalam sebulan terakhir. Bahkan, saham INTP kemarin berhasil ditutup melesat sebanyak 8,57% menjadi Rp 6.650. Meski demikian, kinerja saham INTP year to date (ytd) masih mencatatkan penurunan, dibandingkan penutupan akhir tahun lalu Rp 7.400.

