Saham Emiten Happy Hapsoro (RATU) Ini ARA Enam Hari Beruntun, Apa Faktor Pendorongnya?
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) perkasa cetak auto reject atas (ARA) dalam enam hari ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga Rabu (15/1/2025), penguatan saham RATU telah mencapai 276,52%.
Saham RATU sebelumnya telah menggelar listing perdana di BEI pada 8 Januari 2025, saham RATU dicatatkan dengan harga perdana Rp 1.150. Saham ini dibuka melesat hingga ARA setiap hari dalam enam hari ditransaksikan di BEI hingga mencapai level Rp 4.330 hari ini.
Tak hanya mencatatkan ARA dalam enam hari terakhir, pemodal antri membeli saham RATU tetap pesat. Hari ini saja, sebanyak 4.249 pemodal memasang beli sebanyak 119,25 juta saham RATU dengan harga pelaksanaan Rp 4.330.
Baca Juga
2025, Emiten Happy Hapsoro (RATU) Bidik Pertumbuhan Kinerja Double Digit
RATU, anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) yang dikendalikan Happy Hapsoro, merupakan perusahaan holding minyak dan gas (migas) yang dimiliki oleh Happy Hapsoro. Perseroan memiliki hak partisipasi sebesar 2,2423% di Blok Cepu melalui entitas asosiasi dengan kepemilikan 49%, yaitu PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC). RATU juga memiliki hak partisipasi sebesar 8% di Blok Jabung melalui anak usaha dengan kepemilikan 99%, yaitu PT Raharja Energi Tanjung Jabung (RETJ).
Hingga Semester I-2024, RATU membukukan lompatan pendapatan dari US$ 11,51 juta menjadi US$ 27,95 juta. Kenaikan tersebut berimbas terhadap peningkatan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari US$ 6,14 juta menjadi US$ 7,39 juta. Penyumbang pendapatan berasal dari Blok Cepu (PJUC) sebanyak 42% dan Blok Jabung (RETJ) mencapai 58%.
RATU disebut tengah menjajaki akuisisi blok migas. Direktur Utama RAJA Djauhar Maulidi pada 16 Oktober 2024 mengumumkan bahwa perseroan telah memasuki tahap akhir pembicaraan untuk mengakuisisi sebagian hak partisipasi di blok migas baru.
Akuisisi tersebut nantinya dilakukan RATU, sehingga diharapkan berdampak positif bagi RATU. Meski detail mengenai akuisisi ini belum diketahui, RATU setidaknya memiliki kapasitas yang kuat berkat balance sheet yang solid dengan net gearing yang rendah di level 0,15x pasca–IPO, sehingga perseroan memiliki modal awal yang baik.
Dua Digit
Sementara itu, Direktur Utama RATU Alexandra Sinta Wahjudewanti mengatakan, RATU mematok target pertumbuhan kinerja keuangan dua digit tahun 2025. Pertumbuhan akan dicapai dengan fokus untuk menggenjot pertumbuhan kinerja hingga double digit tahun ini.
Baca Juga
Raharja Energi (RATU) Listing Rabu (8/1/2025), Valuasi Saham Emiten Happy Haposoro Ini Kemahalan?
Ke depan, anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) tersebut akan mendukung target pemerintah untuk mencapai produksi minyak sebanyak 1 juta barrel per tahun. “Kita support pemerintah untuk mewujudkan target 1 juta barrel di beberapa tahun ke depan. Jadi kita masih fokus di migas,” jelasnya.
Dia menyebutkan bahwa RATU masih membuka peluang untuk akuisisi blok baru. “Kita belum bisa publish ya, kita tetap studi, untuk kemudian ke depan tetap ada,” terangnya.
Grafik Saham RATU

