Raharja Energi (RATU) Listing Rabu (8/1/2025), Valuasi Saham Emiten Happy Haposoro Ini Kemahalan?
JAKARTA, investortrust.id – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) akan resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/1/2025). Valuasi saham emiten yang dikendalikan suami Puan Maharani, Happy Hapsoro, tersebut dinilai terlalu mahal, dibandingkan dengan perusahaan sejenis.
Anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) ini akan melepas sebanyak 543,01 juta saham (20%) yang terdiri atas sebanyak 190,05 juta saham baru yang diterbitkan dan sebanyak 352,95 saham penawaran divestasi oleh pengendali.
Baca Juga
8 Emiten Gelar Penawaran Saham Bersamaan, Ada Emiten Aguan hingga RATU
Saham RATU dilepas dengan harga penawaran umum perdana (IPO) senilai Rp 1.150, sehingga total dana yang bakal diraup mencapai Rp 624,46 miliar yang terdiri atas Rp 218,56 miliar dari penawaran umum dan Rp 405,90 miliar dari penawaran umum saham divestasi.
Stockbit Sekuritas dalam komentar pasar yang dirilis Selasa (7/1/2024) menyebutkan bahwa RATU merupakan perusahaan holding minyak dan gas (migas) yang dimiliki oleh Happy Hapsoro. Perseroan memiliki hak partisipasi sebesar 2,2423% di Blok Cepu melalui entitas asosiasi dengan kepemilikan 49%, yaitu PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC). RATU juga memiliki hak partisipasi sebesar 8% di Blok Jabung melalui anak usaha dengan kepemilikan 99%, yaitu PT Raharja Energi Tanjung Jabung (RETJ).
Dari sisi kinerja keuangan, Stockbit Sekuritas menyebutkan, RATU masih berhasil catatkan pertumbuhan hingga semester I-2024, meskipun produksi Blok Cepu turun. RATU mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 143% menjadi US$ 28 juta dan laba bersih sebesar 20,3% menjadi US$ 7,4 juta hingga semester I-2024. Kontribusi pendapatan berasal dari Blok Cepu (PJUC) sebanyak 42% dan Blok Jabung (RETJ) mencapai 58%.
Baca Juga
Raih Kontrak dari Pertamina, Rukun Raharja (RAJA) Siapkan Investasi Rp 982,45 Miliar
“Meski RATU memiliki potensi pertumbuhan secara organik, kami berpendapat bahwa faktor pertumbuhan organik saja tidaklah terlalu menarik. Sebab, valuasi IPO saham RATU berada di level 13,1x P/E semester I-2024, jauh di atas valuasi peers, seperti MEDC (4,9x P/E per kuartal III-2024) dan ENRG (5,5x P/E kuartal III-2024),” tulis Stockbit Sekuritas.
Happy Hapsoro
Stockbit Sekuritas menilai bahwa saham RATU sebagai growth stock, yaitu potensi pertumbuhan signifikan perseroan tetap terbuka dengan cara anorganik melalui akuisisi blok–blok minyak dan gas (migas).
“Faktor utama yang menjadi kunci saham RATU adalah keberhasilan perseroan dalam memperbesar portofolio migas dengan valuasi akuisisi yang reasonable, baik dengan meningkatkan hak partisipasi di blok–blok migas existing dan mengakuisisi hak partisipasi di blok–blok migas lain. Kami menilai keberhasilan RATU dalam mengeksekusi strategi tersebut akan memberikan kepantasan bagi RATU untuk diperdagangkan secara premium,” tulisnya.
Baca Juga
BEI Catat 22 Perusahaan dalam Pipeline IPO Saham, 19 di Antaranya Beraset Jumbo
RATU sebelumnya menyebutkan tengah menjajaki akuisisi blok migas. Direktur Utama RAJA Djauhar Maulidi pada 16 Oktober 2024 mengumumkan bahwa perseroan telah memasuki tahap akhir pembicaraan untuk mengakuisisi sebagian hak partisipasi di blok migas baru.
Akuisisi tersebut nantinya dilakukan RATU, sehingga diharapkan berdampak positif bagi RATU. Meski detail mengenai akuisisi ini belum diketahui, RATU setidaknya memiliki kapasitas yang kuat berkat balance sheet yang solid dengan net gearing yang rendah di level 0,15x pasca–IPO, sehingga perseroan memiliki modal awal yang baik.

