MBG dan Kenaikan UMP Bisa Kerek Daya Beli, Ini Rekomendasi Sektor Konsumen
JAKARTA, investortrust.id - Samuel Sekuritas mencermati stimulus pemerintah seperti program makan gratis, dan kenaikan upah minimum sebesar 6,5% dapat meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah. Emiten di sektor konsumen dinilai akan mendapatkan pengaruh dari stimulus tersebut.
"Pada tahun 2025, saham di sektor konsumen tetap menarik karena sifatnya yang defensif," terang analis Samuel Sekuritas Jonathan Guyadi dan Fadhlan Banny dalam risetnya yang dikutip Jumat (10/1/2024).
Sebagai catatan, program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi oleh pemerintahan Prabowo dan Gibran mulai diberlakukan pada 6 Januari 2025 dan telah dibagikan di 26 provinsi di Indonesia dan menyasar 3 juta penerima manfaat di bulan pertama penerapan program tersebut. Setelah dibagikan kepada anak sekolah, hari ini (10/1/2025) program makan bergizi gratis tersebut mulai diberikan kepada ibu hamil dan menyusui.
Kendati demikian, di tengah adanya faktor pendorong daya beli masyarakat tersebut, masih ada tekanan yang perlu diwaspadai akibat depresiasi nilai tukar rupiah yang dipengaruhi penguatan dolar AS. Hal ini dapat memberikan beban bagi perusahaan untuk mengalihkan beban kenaikan harga bahan baku, seperti susu bubuk yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan pada tahun lalu.
"Pada tahun 2025, saham di sektor konsumen tetap menarik karena sifatnya yang defensif," terang analis Samuel Sekuritas Jonathan Guyadi dan Fadhlan Banny dalam risetnya yang dikutip Jumat (10/1/2024).
Sebagai catatan, program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi oleh pemerintahan Prabowo dan Gibran mulai diberlakukan pada 6 Januari 2025 dan telah dibagikan di 26 provinsi di Indonesia dan menyasar 3 juta penerima manfaat di bulan pertama penerapan program tersebut. Setelah dibagikan kepada anak sekolah, hari ini (10/1/2025) program makan bergizi gratis tersebut mulai diberikan kepada ibu hamil dan menyusui.
Kendati demikian, di tengah adanya faktor pendorong daya beli masyarakat tersebut, masih ada tekanan yang perlu diwaspadai akibat depresiasi nilai tukar rupiah yang dipengaruhi penguatan dolar AS. Hal ini dapat memberikan beban bagi perusahaan untuk mengalihkan beban kenaikan harga bahan baku, seperti susu bubuk yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan pada tahun lalu.
“Tekanan ini menjadi salah satu kelemahan yang harus diwaspadai oleh pelaku industri,” paparnya.
Di samping itu, Samuel Sekuritas juga mencermati harga bahan baku utama seperti gandum dan gula yang cenderung menurun dalam setahun terakhir, sehingga memberikan peluang besar untuk meningkatkan margin keuntungan dari sektor ini. Lebih lanjut, adanya penurunan harga bahan tersebut juga dinilai mampu membuka jalan untuk mendukung kinerja pasar yang lebih baik bagi beberapa emiten di tahun mendatang, meskipun kenaikan harga produk secara umum diperkirakan belum akan terjadi tahun ini.
Meskipun demikian, tekanan margin dinilai masih menjadi ancaman utama. Hal ini dapat disebabkan oleh peralihan konsumen ke produk dengan harga lebih terjangkau akibat sensitivitas terhadap harga, serta fluktuasi harga komoditas yang dipengaruhi ketegangan geopolitik dan perubahan cuaca ekstrem. Selain itu, kinerja yang cukup baik di tahun 2024 bisa memicu aksi ambil untung, yang perlu diantisipasi untuk menjaga stabilitas pasar.
Untuk itu, Samuel Sekuritas memberikan rekomendasi overweight pada saham sektor konsumen dengan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sebagai pilihan utama. Samuel Sekuritas merekomendasikan buy untuk saham INDF dengan target harga Rp 7.450 dan buy saham ICBP dengan target harga Rp 14.000

