Didorong MBG dan Ekspansi Pabrik, Raja Roti (BRCC) Bidik Penjualan Rp 150 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Emiten produksi tepung roti PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) menargetkan pertumbuhan pendapatan menjadi Rp 150 miliar tahun 2025. Pertumbuhan didukung kenaikan permintaan pasar bersamaan dengan penambahan kapasitas produksi.
Direktur Utama Raja Roti Cemerlang Ari Sudarsono mengatakan, pertumbuhan permintaan produk perseroan akan terdorong program makan siang gratis (MBG) pemerintah yang bisa mengerek angka penjualan. Program ini diyakini akan turut berkontribusi untuk mencapai target laba.
Baca Juga
Listing Perdana Saham Raja Roti (BRRC) Sempat Sentuh ARA Rp 262, Manajemen Ungkap Prospek Ini
“Masih ada (kontribusi Makan Siang Gratis). Tadi disampaikan bahwa memang kita bisnis yang berdampak positif untuk program pemerintah Makan Siang Gratis,” ujar Ari di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (9/1/2025).
Pihaknya menungkap program tersebut bisa mengerek penjualan breadcrumbs hingga lima kali lipat. Pasalnya, produk tepung roti atau tepung panir sebagai bahan baku untuk membuat layering atas produk-produk seperti nugget, chicken katsu, kroket, risol, dan sejenisnya yang menjadi menu program makan bergizi gratis.
“Dengan jumlah dan kapasitas pabrik yang dimiliki, kami yakin dapat berkontribusi mensukseskan program makan bergizi gratis. Dan setelah IPO, kami juga akan ekspansi pabrik ke beberapa kota besar Indonesia,” terang Ari.
Selain peningkatan permintaan, dia mengatakan, pertumbuhan kinerja keuangan akan didukung ekspansi tiga fasilitas produksi baru usai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berlokasi di Indonesia Barat, Indonesia Timur dan Jawa bagian Timur dengan nilai investasi sekitar Rp 40 miliar.
Baca Juga
Usai Listing Perdana Saham, Hero Global (HGII) Bidik Pembangkit LIstrik 100 MW
Saat ini, perseroan masih fokus untuk menjual produk secara domestik, mengingat masih tingginya permintaan tepung roti secara domestik. Dari pasar tepung roti mencapai Rp 1 triliun pada 2024, BRRC saat ini baru menguasai pasar 9,6%.
Ke depan, BRRC juga akan menjajaki peluang untuk pasar ekspor ke Australia. “Ada ekspor terdekat ke Australia. Sudah ada (mitranya). Mudah mudahan tahun ini bisa ekspor,” imbuh Ari.
Sebagai catatan, dalam hajatan IPO ini perusahaan memperoleh dana sebesar Rp 61,21 miliar yang 100% digunakan untuk modal kerja yang mencakup peningkatan persediaan bahan baku dan biaya operasional untuk mendukung pertumbuhan penjualan produk.
Bersamaan dengan IPO, BRRC juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 145.750.000 waran seri I bagi pemegang saham baru. Sehingga, investor 2 saham baru akan memperoleh satu waran seri I. Dengan demikian, setiap pemegang waran memiliki hak untuk menebus 1 saham perseroan di Rp 210. Sehingga total pelaksanaan waran seri I bakal meraup dana maksimal Rp 30,60 miliar yang keseluruhannya digunakan untuk modal kerja.

