Harga Emas Lanjut Naik Usai The Fed Menurunkan Tingkat Suku Bunga
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas melanjutkan kenaikan ke zona US$ 2.593 per troy ons pada Senin (23/12/2024) di tengah keputusan The Fed untuk menurunkan tingkat suku bunga AS pada kebijakan Desember.
Menurut riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX), pada pertemuan sebelumnya, seperti yang diperkirakan secara luas, Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) ke kisaran 4,25%-4,50% pada hari Rabu.
"Namun, para pengambil kebijakan memangkas proyeksi pelonggaran mereka menjadi hanya dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2025 dari empat kali penurunan yang diperkirakan pada bulan September," tulis riset ICDX, Senin (23/12/2024).
Data ekonomi AS menunjukan bahwa ekonomi AS tumbuh pada laju tahunan 3,1% pada kuartal ketiga, perbaikan signifikan dari estimasi sebelumnya yang sudah sehat, yaitu 2,8%. Selain itu, klaim pengangguran mingguan turun ke 220 ribu pada pekan 13 November, dari 242 ribu pada pekan sebelumnya, mengalahkan ekspektasi penurunan yang lebih lambat ke 230 ribu.
Baca Juga
"Fokus pasar kedepan menantikan data inflasi PCE inti yang akan dirilis pada hari Jumat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed," urainya.
Selain itu, Tingkat pengangguran diperkirakan menjadi 4,2% tahun ini dan 4,3% tahun depan atau turun dari 4,4% yang diperkirakan sebelumnya untuk dua tahun tersebut.
Baca Juga
Harga Emas Anjlok Lebih dari 1%, Tapi Catat Kenaikan dalam Sepekan
ICDX memprediksikan harga emas meningkat dengan support saat ini beralih ke area US$ 2.550 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.614. Sementara support terjauhnya berada di area US$ 2.505 - US$ 2.480, sedangkan untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.665 - US$ 2.715.

