Harga Emas Antam (ANTM) Naik ke Rp 2,367 Juta, Pasar Optimistis The Fed Pangkas Suku Bunga
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Rabu (12/11/2025) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,367 juta atau naik Rp 7.000 dari Selasa (11/11/2025) Rp 2,360 juta per gram seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada Desember setelah Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengakhiri penutupan operasional terpanjang dalam sejarah.
Adapun harga emas Antam tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya berada di level Rp 2,487 juta per gram yang dicetak pada Selasa 21 Oktober 2025.
Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,232 juta atau naik Rp 7.000 dari sebelumnya Rp 2,225 juta.
Pergerakan harga emas Antam di tengah harga emas dunia yang mencatat kenaikan tipis tetapi tetap berada di level tertinggi hampir 3 minggu pada Selasa (11/11/2025). Berdasarkan data terbaru, harga emas spot naik 0,1% menjadi US$ 4.118,58 per ons (setara sekitar Rp 66 juta per ons), sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun tipis 0,1% dan ditutup pada US$ 4.116,30 per ons.
Baca Juga
Harga Emas Sentuh Level Tertinggi 3 Minggu Didukung Ekspektasi The Fed
Harga emas terus menguat di pasar global, mencapai level tertinggi sejak 23 Oktober 2025. Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya optimisme bahwa Federal Reserve segera melonggarkan kebijakan moneternya setelah data ekonomi AS kembali dirilis pasca-berakhirnya penutupan pemerintah.
Kenaikan harga logam mulia ini menunjukkan bahwa pelaku pasar kembali mencari aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik global. Emas dikenal sebagai aset yang menarik saat suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi, tetapi menawarkan stabilitas nilai jangka panjang.
Senat AS pada Senin (10/11/2025) menyetujui kompromi politik untuk mengakhiri penutupan pemerintahan yang berlangsung selama berminggu-minggu, penutupan terlama dalam sejarah negara tersebut. Selama periode tersebut, publik dan pelaku pasar kehilangan akses terhadap data ekonomi penting, termasuk laporan ketenagakerjaan dan inflasi, yang sangat dibutuhkan sebagai acuan kebijakan moneter.
The Fed memangkas suku bunga pada pertemuan terakhirnya, tetapi Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa langkah pemangkasan berikutnya belum menjadi kepastian. Berdasarkan alat pemantau CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan suku bunga sebesar 64% pada Desember kini menjadi skenario dominan di kalangan pelaku pasar.
Rangkaian data makroekonomi AS yang dirilis baru-baru ini mengindikasikan perlambatan ekonomi. Laporan ketenagakerjaan Oktober mencatat penurunan jumlah lapangan kerja, sementara indeks sentimen konsumen awal November turun ke titik terendah dalam tiga setengah tahun terakhir.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Meroket Didukung Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Laporan riset terbaru dari UBS memperkirakan bahwa permintaan emas tahun ini dan tahun depan akan mencapai level tertingginya sejak 2011. Faktor utama pendorongnya adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga global, peningkatan ketegangan geopolitik, serta minat investor terhadap aset aman. “Setiap peningkatan signifikan dalam risiko politik dan pasar keuangan dapat mendorong emas menuju target kenaikan kami di US$ 4.700 per ons,” tulis UBS dalam laporannya.
Berikut harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,233 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,367 juta
- Emas 2 gram: Rp 4,674 juta
- Emas 3 gram: Rp 6,986 juta
- Emas 5 gram: Rp 11,610 juta
- Emas 10 gram: Rp 23,165 juta
- Emas 25 gram: Rp 57,787 juta
- Emas 50 gram: Rp 115,495 juta
- Emas 100 gram: Rp 230,912 juta
- Emas 250 gram: Rp 577,015 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,153,820 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,307,600 miliar.

