Usai The Fed Pangkas Suku Bunga, Harga Bitcoin Naik 9%. Sinyal Bullish?
JAKARTA, investortrust.id - Usai The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuan sebesar 0,5%, harga Bitcoin melonjak dari US$ 59.900 menjadi lebih dari US$ 64.000 di hari Jumat (20/9/2024), mencapai harga tertinggi dalam tiga minggu terakhir.
Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha mengungkapkan, kenaikan harga di minggu lalu didorong setelah The Fed mengambil langkah agresif dengan menurunkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin dari kisaran 5,25%-5,5% menjadi 4,75%-5%.
“Kebijakan moneter yang lebih longgar ini juga diharapkan berdampak positif bagi aset kripto, terutama Bitcoin dengan suku bunga rendah, investor akan lebih tertarik pada aset-aset dengan imbal hasil tinggi seperti kripto,” ujar dia, dalam keterangannya, Selasa (24/9/2024).
Baca Juga
Harga Emas Capai Rekor Tertinggi Sentuh Angka US$ 2.629 per Ons, Bitcoin akan Mengikuti?
Minggu ini, lanjut Panji, dipenuhi dengan peristiwa ekonomi penting yang dapat mempengaruhi pasar. Para investor perlu waspada karena peristiwa ini mempengaruhi berpotensi mempengaruhi Bitcoin dan jenis aset lainnya.
Hari ini (24/9.2024), laporan Consumer Confidence & Sentiment akan dirilis, yang mengukur optimisme atau pesimisme masyarakat terhadap ekonomi. “Jika hasilnya positif, ini bisa mendorong belanja dan memberikan dampak baim bagi aset spekulatif seperti Bitcoin,” katanya.
Sementara pada 26 September mendatang, laporan produk domestik bruto (PDB) di kuartal kedua tentunya akan menjadi sorotan. Dengan prediksi pertumbuhan 2,8%, peningkatan ini memperkuat kepercayaan pada ekonomi AS.
Baca Juga
Salah Satu Bank Terbesar Asal AS ini Jadi yang Pertama Bisa Simpan Bitcoin
Kemudian, pada 27 September tahun ini, laporan inflasi personal consumption expenditure (PCE) akan dirilis. Jika hasil inflasi lebih rendah dari perkitaan, peluang pemotongan suku bunga lebih lanjut akan semakin meningkat, yang bisa menberikan keuntungan bagi Bitcoin dan aset kripto lainnya.
"Kesimpulan dari rilisnya semua data ekonomi tersebut adalah bahwa hasil-hasil laporan tersebut berpotensi memberikan dampak signifikan pada pasar, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya,” ucap Panji Yudha.

