Intraco Penta (INTA) Optimistis Penjualan Alat Berat Pulih di 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Intraco Penta Tbk (INTA) optimistis bahwa industri alat Berat di Indonesia akan pulih pada 2025. Perseroan akan memfokuskan penjualan alat berat untuk industri pertambangan, khususnya batu bara dan nikel.
Direktur Utama INTA Petrus Halim menerangkan, perseroan optimistis peningkatan alat berat, seiring dengan stabilisasi politik dan ekonomi, stabilnya harga komoditas, dan kepastian keberlanjutan proyek-proyek strategis dari pemerintah pusat di bawah pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto.
“Konsistensi perseroan untuk mencapai target peningkatan penjualannya tidak luput dari strategi yang telah disusun perseroan sejak tahun 2023 sampai 2025,” ujar Direktur Utama INTA Petrus Halim dalam paparan publik secara daring, Kamis (19/12/2024).
Baca Juga
Untuk itu, perseroan telah menetapkan beberapa strategi untuk mendorong kinerja tahun depan, seperti fokus dalam key account di sektor industri pertambangan, khususnya batu bara dan nikel. Selain berbagai industry, seperti agribusiness, infrastruktur, dan konstruksi, serta industri umum bisnis dengan industri alat berat konstruksi dan pendukungnya.
“Strategi ini merupakan langkah tepat untuk memperkuat usaha serta memperoleh pendapatan secara berkesinambungan,” terangnya.
Di samping itu, dia mentakan, perseroan memandang peluang bisnis tahun 2025, yaitu penjualan alat berat merk Liugong sejak 2020, semakin bertumbuh dan sebagian besar akan memasuki usia penggantian komponen. Hal ini tentu akan berdampak pada pertumbuhan salah satu bisnis inti perusahaan yaitu program pertukaran komponen dan pertumbuhan penjualan suku cadang merk LiuGong.
“Membaiknya permintaan sewa atas alat berat, memberikan peluang juga bagi perseruan melalui anak usahanya untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam sektor industri pertambangan untuk penyewaan alat-alat berat dengan merek yang diageni oleh perseroan,” imbuh Petrus.
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Ungkap Penyebab Penurunan Penjualan Alat Berat 29% per Juli 2024
Di samping itu, dia menilai, sejumlah tantangan yang dihadapi tahun 2025 adalah peningkatan persaingan dalam industri alat berat di Indonesia, seiring dengan membanjirnya produk-produk dari China ke pasar domestik, hingga mempertahankan pangsa pasar persaingan harga dan fokus pada nilai tambah yang memuaskan pelanggan, khususnya dengan merek-merek asal China di Indonesia.
Tak hanya itu, INTA menjaga kualitas serta tingkat pelayanan kepada pelanggan, khususnya dalam hal layanan purna jual. “Ketersediaan suku cadang dan kesiapan mekanik yang dapat menentukan tingkat kepuasan konsumen, sehingga dapat beralih kepada produk-produk yang ditawarkan oleh Intagroup,” paparnya.
Hingga September 2024, perseroan mencatat peningkatan pendapatan usaha sebesar Rp 660,75 miliar atau penurunan sebesar 6%, dibandingkan dengan periode yang sama September 2023 year on year, yaitu sebesar Rp 702,88 miliar.
“Hal ini disebabkan adanya beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan penjualan alat berat yang berkontribusi sebesar 12%, kemudian juga penurunan dari segi pembiayaan, penurunan dari segi pendapatan manufaktur,” terangnya.

