United Tractors (UNTR) Ungkap Penyebab Penurunan Penjualan Alat Berat 29% per Juli 2024
JAKARTA, investortrust.id – Emiten yang bergerak pada bisnis alat berat dan pertambangan, PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan volume penjualan alat berat Komatsu sebanyak 2.515 unit periode Januari - Juli 2024, turun 29,17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 3.551 unit.
Corporate Secretary UNTR, Sara K. Loebis, mengungkapkan hal ini disebabkan karena pelemahan permintaan dari sektor pertambangan, konstruksi, dan kehutanan.
"Jika dirinci dari total penjualan, sebanyak 63% unit diserap oleh sektor pertambangan, 14% oleh sektor perkebunan, 13% oleh sektor konstruksi, dan 10% oleh sektor kehutanan,” kata Sara dalam Public Expose Live 2024 secara daring, Jumat (30/8/2024).
Ditektur UNTR, Widjaja Kartika menambahkan, penjualan di semester I-2024 sedikit mengalami kontraksi lantaran adanya pemilihan umum (pemilu) serta adanya momen Lebaran.
Baca Juga
Terlalu Diremehkan! Segmen Non-Batubara Kekuatan Baru United Tractors (UNTR)
“Tetapi setelah pemilunya sukses dan juga RKAP terutama dari batu bara dan nikel itu sudah berangsur-angsur dikeluarkan, maka kami mendapatkan cukup banyak permintaan, terutama di alat berat besar yang kita sebut big machine,” ucapnya.
Tak hanya itu, Widjaja bilang dari sektor agro UNTR pun mendapatkan beberapa prospek baru dan sudah ada pemesanan dari pelanggan.
“Sehingga kalau kita prediksikan alat berat, terutama untuk Komatsu, kita memprediksikan pasar itu akan ada (potensi) sekitar 15.500-16.000, dengan target kita 29% maka perkiraan kami akan menjual sekitar 4.500 unit,” ujar dia.
Baca Juga
Harga Emas Antam Diskon Rp 12.000 per Gram, Waktunya Akumulasi?
Sebagai catatan penjualan 4.500 alat berat merupakan target revisi setelah sebelumnya Perseroan hanya membidik sebanyak 4.000 unit alat berat di tahun 2024.
Bukan hanya Komatsu, penurunan penjualan juga terjadi pada produk merek UD Trucks, sebesar 47% dari 195 unit menjadi 103 unit di Juli 2024, sementara penjualan Scania turun 56% dari 526 unit menjadi 229 unit karena turunnya permintaan terutama di setor pertambangan.
Untuk layanan purna jual, pendapatan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat turun 10% menjadi Rp 5,4 triliun sampai dengan semester pertama tahun 2024.
Grafik Harga Saham UNTR secara Ytd:

