Ditargetkan Tuntas Semester I-2025, Merger XL, Smartfren, dan SmartTel Bernilai Rp 104 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), dan PT Smart Telcom (Smarttel) telah mencapai kesepakatan definitif untuk merger dengan nilai gabungan pra-sinergi mencapai Rp 104 triliun (US$ 6,5 miliar).
Merger ini akan membentuk entitas telekomunikasi baru bernama PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. Perusahaan hasil penggabungan ini akan mendorong inovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas konektivitas digital di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga
XL Axiata (EXCL) dan Smarftren (FREN) akan Dilebuh Jadi XLSmart Telecom Sejahtera
Axiata menyebutkan bahwa merger ini akan meningkatkan jumlah pelanggan XLSmart meningkat menjadi 94,51 juta dan pangsa pasar 27%1. Pendapatan XLSmart juga akan melesat menjadi Rp 45,4 triliun (US$ 2,8 miliar) dan EBITDA lebih dari Rp 22,4 triliun (US$1,4 miliar).
Group Chief Executive Officer Axiata Group Vivek Sood mengatakan, konsolidasi industri ini akan membuka jalan bagi Indonesia dan ASEAN yang lebih terkoneksi, serta membantu mengurai permasalahan kesenjangan digital dalam menciptakan masa depan yang inklusif bagi seluruh komunitas maupun bisnis agar dapat berkembang.
Baca Juga
Pendapatan XL Axiata (EXCL) Tumbuh 6%, Ini Penyumbang Utamanya
“Merger ini merupakan langkah penting dalam membangun fondasi ekonomi digital yang tangguh. Merger ini akan memungkinkan kami untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur yang unik bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan menyediakan platform yang dapat berkembang yang akan meningkatkan cakupan dan kualitas layanan, berbagai pilihan produk menarik dan perbaikan kualitas jaringan,” terangnya.
Dia melanjutkan bahwa penggabungan dua bisnis ini akan menciptakan perusahaan telekomunikasi yang memiliki posisi unik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang di seluruh segmen utama.
Tuntas Semester I-2025
Perseroan menyebutkan bahwa merger ini telah mendapatkan persetujuan dari dewan direksi XL Axiata, Smartfren, dan SmartTel, namun masih menunggu persetujuan regulator dan pemegang saham serta ketentuan penutupan tertentu.
“Apabila semua persetujuan dan ketentuan terpenuhi, penyelesaian proses merger diharapkan dapat terlaksana pada paruh pertama 2025. Selama proses integrasi berjalan, seluruh pihak yang terlibat berkomitmen untuk memastikan transisi yang lancar bagi karyawan, pelanggan, dan mitra serta memberikan pembaruan secara rutin untuk meminimalkan gangguan,” terangnya.
Perseroan juga telah menunjuk CIMB dan J.P. Morgan bertindak sebagai penasihat keuangan untuk entitas tertentu di bawah Sinar Mas. Deutsche Bank dan Maybank bertindak sebagai penasihat keuangan untuk Axiata. Citibank bertindak sebagai penasihat keuangan untuk XL Axiata.
Baca Juga
Dalam prospectus yang diterbitkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/12/2024), disebutkan bahwa penggabungan tersebut akan menciptakan perusahaan yang menerima penggabungan dengan skala lebih besar dan struktur biaya lebih efisien guna mempercepat investasi investasi dalam jaringan ke depan, meningkat kualitas layanan, dan menciptakan inovasi produk, yang mungkin tidak bisa dilakukan XL, Smartfren, dan Smart Telecom secara mandiri.
Penggabungan usaha akan menciptakan entitas yang secara komersial lebih kuat dan lebih tangguh di pasar telekomunikasi Indonesia. Penggabungan yang diusulkan akan memberikan manfaat strategis, operasional, dan finansial yang signifikan yang akan memungkinkan entitas gabungan untuk memberikan nilai yang signifikan kepada semua pemegang saham.
Grafik Saham EXCL dan FREN

