Pendapatan XL Axiata (EXCL) Tumbuh 6%, Ini Penyumbang Utamanya
JAKARTA, investortrust.id – PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 6% menjadi Rp 25,73 triliun hingga kuartal III-2024, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (YoY) sebanyak Rp 23,86 triliun.
Pendapatan tersebut ditopang oleh pendapatan data dan layanan digital yang mencapai Rp 23,38 triliun atau sekitar 92% dari total pendapatan. Adapun laba bersih operator seluler tersebut tercatat sebesar Rp 1,33 triliun, naik dari periode sama tahun lalu sebanyak Rp 1 triliun.
Baca Juga
Lebihi Target, OJK Catat Capaian Akses Keuangan Sebanyak 9,5 Juta Selama Bulan Inklusi Keuangan 2024
Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan pepanjang sembilan bulan terutama di kuartal ketiga 2024, situasi dan kondisi industri telekomunikasi nasional sangat menantang. Kompetisi berlangsung ketat, di tengah daya beli masyarakat yang terus melemah.
“Tantangan ke depan tentunya tidak akan lebih ringan, terutama kondisi ekonomi Indonesia yang masih akan terpengaruh oleh kondisi geopolitik dunia, serta tingkat daya beli masyarakat yang masih lemah,” katanya melalui keterangan resmi XL Axiata yang diterima oleh Investortrust pada Kamis (7/11/2024).
Dian menambahkan, berbagai inisiatif akan terus XL Axiata lakukan untuk mendapatkan sumber pendapatan baru yang bisa diandalkan di masa mendatang. Salah satunya adalah melalui layanan internet rumah. Untuk itu, XL Axiata terus mendorong dan mengakselerasi pertumbuhan bisnis layanan internet rumah FBB yang hingga saat ini terus menunjukkan potensi sangat menggembirakan. Apalagi XL Axiata juga telah mengakuisisi 750 ribu pelanggan First Media, sehingga saat ini memilki pelanggan FBB secara keseluruhan mencapai lebih dari 1 juta pelanggan.
Baca Juga
Dua Sekuritas Ini Kompak Revisi Naik Target Harga Saham Indofood (INDF) Jadi Segini
Dia menyebutkan bahwa dengan penambahan pelanggan First Media tersebut, XL Axiata kini menjadi penyedia layanan Internet kedua terbesar di Indonesia, dengan cakupan jaringan FBB sebanyak enam juta home passed yang tersebar di lebih dari 127 kota di berbagai wilayah di Indonesia. Saat ini kami juga menawarkan akses ke berbagai konten hiburan yang bisa dinikmati pelanggan sebagai wujud layanan diluar FBB (beyond Fixed Broadband) dan siap untuk membawa layanan konvergensi ke level berikutnya.
Hingga akhir September 2024, total jumlah pelanggan XL Axiata terus tumbuh dan mencapai 58,6 juta, dengan rerata pendapatan per pelanggan atau average revenue per unit (ARPU) campuran (blended) mencapai Rp 43.000. Peningkatan blended ARPU ini tentunya searah dengan fokus perusahaan untuk meraih dan mempertahankan pelanggan yang produktif.
“Manajemen XL Axiata juga sangat optimis dengan masa depan bisnis layanan Fixed Broad Band (FBB) dan Fixed Mobile Convergence (FMC) di mana bisnis tersebut terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif,” ujar Dian.
Baca Juga
Selanjutnya, strategi transformasi digital yang dijalankan XL Axiata termasuk dalam mengembangkan pengalaman pelanggan melalui aplikasi MyXL dan AXISNet terus menunjukkan efektivitasnya. Kedua aplikasi telah memberikan hasil yang sangat kuat hingga sembilan bulan pertama 2024. Tercatat lebih dari 32 juta pelanggan yang aktif menggunakan MyXL dan AXISNet, dengan pertumbuhan Monthly Active User (MAU) telah mencapai 113% sejak Desember 2021.
“Makin banyak pelanggan yang memanfaatkan kedua aplikasi tersebut, maka akan semakin mempertajam prediksi tentang tren dan perilaku. Hal ini yang menjadikan perusahaan bisa memberikan penawaran yang tepat kepada pelanggan yang tepat, pada waktu yang tepat pula,” tutur Dian.
Salah satu kunci pertumbuhan XL Axiata adalah tetap melakukan personalisasi penawaran dan layanan. Strategi tersebut terus diterapkan di sepanjang sembilan bulan ini. Hasilnya, data net promoter score (NPS) terus meningkat secara signifikan, sehingga mendorong penggunaan layanan dan pada akhirnya juga membantu meningkatkan pendapatan.
Grafik Saham EXCL

