IHSG Dibuka Melemah, Sedangkan Saham DPUM, GPSO, dan JSPT Melambung
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (10/12/2024), bergerak melemah awal transaksi dengan penurunan sebanyak 20 poin (0,30%) menjadi 7.415.
Koreksi tersebut dipengaruhi atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti sektor industry, sektor keuangan, sektor keseahtan, dan sektor property. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor energi, sektor consumer primer, sektor teknologi, sektor infrastruktur, dan sektor trasnportasi.
Baca Juga
Saham Bank Menarik dan Direkomendasikan Beli untuk Jangka Panjang, Sejumlah Faktor Ini Pendorongnya
Meksi IHSG melemah, beberapa saham ini catatkan penguatan pesar, yaitu saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) sebanyak 30,77% menjadi Rp 68, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) naik 20% menjadi Rp 900, dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) melesat 20% menjadi Rp 10.800.
Pelemahan paling dalam melanda saham PT Natura City Developments Tbk (CITY), PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA), dan PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI).
IHSG kemarin ditutup melesat sebanyak 54,95 poin (0,74%) menjadi 7.437,73. Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 296,35 miliar melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 210,12 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 183,82 miliar, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 169,28 miliar.
Baca Juga
IHSG Selasa (10/12/2024) bisa Lanjutkan Rebound, Dua Saham Ini Layak Dipertimbangkan
Penguatan indeks kemarin ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi 2,12%, sektor keuangan 1,04%, sektor teknologi 1,18%, sektor transportasi 1,34%, sektor industry 0,97%, dan sektor consumer primer 0,76%. Sebaliknya satu-satunya sektor saham dengan pelemahan adalah sektor teknologi 0,66%.
Di tengah penguatan tersebut, empat saham catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) naik 25% menjadi Rp 6.975, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) naik 25% menjadi Rp 750, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) naik 24,49% menjadi Rp 366, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 19,75% menjadi Rp 9.550.

