Saham Bank Menarik dan Direkomendasikan Beli untuk Jangka Panjang, Sejumlah Faktor Ini Pendorongnya
JAKARTA, investortrust.id – Prospek kinerja keuangan dan saham perbankan tetap menarik untuk jangka panjang, meski dalam jangka pendek masih menghadapi sejumlah tantangan untuk bangkit. Apalagi setelah pemodal asing gencar merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham sektor ini.
“Saat ini valuasi saham sektor bank telah makin menarik dengan mayoritas bank telah turun dalam beberapa pekan terakhir hingga mendekati PBV dalam 10 tahun terakhir. Apalagi bank menawarkan dividen sangat menarik,” tulis analis Sucor Sekuritas Edward Lowis dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Baca Juga
Menko Airlangga Usulkan BRI dan BSI Jadi Bank Emas Indonesia
Berdasarkan penutupan Sucor Sekuritas empat bank besar menawarkan dividend yield menarik, seperti BBRI dengan yield mendekati level 8%, BMRI mencapai 6%, dan BBNI sekitar 6%. “Meski demikian investor disarankan untuk sabar dan menunggu sentiment pemulihan sebelum masuk,” tulisnya.
Sucor Sekuritas merekomendasikan beli saham BBCA dengan target harga Rp 12.400, saham BBRI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 6.000, saham BMRI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 8.300.
Begitu juga dengan saham BBNI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 6.700, BRIS direkomendasikan beli dengan target harga Rp 3.400, BBTN direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.640, dan saham BNGA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.250.
Baca Juga
Didukung Pemulihan Kinerja dan Potensi Dividen Besar, Saham BRI (BBRI) Direkomendasikan Beli
Selain factor tersebut, Edward mengatakan, dalam jangka panjang emiten perbankan masih bertumbuh di dukung sejumlah factor. Di antaranya, keputusan pemerintah untuk melanjutkan hilirisasi sumber daya, penguatan sektor agrobisnis untuk menciptakan swa sembada pangan, dan reformasi energi, yang semuanya bertujuan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ekspansi ekonomi besar-besaran tersebut akan berdampak terhadap peningkatan pesat permintaan kredit sejalan proyeksi perbaikan bisnis dan peningkatan daya belin masyarakat. “Kami memperkirakan agregat pertumbuhan laba empat bank tersebut mencapai 13,4% per tahun untuk lima tahun ke depan,” terangnya.
Terkait pergerakan harga saham bank dalam beberapa pekan terakhir, terang Edward, dilanda aksi jual oleh pemodal asing. Nilai net sell empat saham bank besar telah mencapai Rp 14,4 triliun dalam sebulan terakhir. Angka tersebut setara dengan 92% dari total capital ouflows dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Grafik Saham 4 Bank Besar

