Menguatnya Dolar AS Bebani Pergerakan Harga Emas
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas melanjutkan penurunannya ke zona US$ 2.638 per troy ons pada Selasa (3/12/2024). Penurunan di tengah ekspektasi pasar bahwa rencana tarif dan pemotongan pajak dapat memicu inflasi lebih lanjut.
Mengutip riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX), sentimen itu membuat kemungkinan memperlambat siklus penurunan suku bunga The Fed membawa penguatan lebih lanjut untuk dolar AS yang pada akhirnya menekan kinerja emas.
Pada pertemuan sebelumnya, Presiden terpilih AS Donald Trump secara verbal mengancam tarif 100% pada negara-negara yang disebut 'BRICS' Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan jika mereka mengganti Dolar AS dengan mata uang lain untuk transaksi internasional.
Sebelumnya, janji Trump untuk memberlakukan tarif besar terhadap tiga mitra dagang terbesar Amerika yaitu Meksiko, Kanada, dan China.
“Data ekonomi AS yang dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan pada hari Senin bahwa manufaktur AS meningkat lebih dari yang diharapkan di bulan November tetapi terus menunjukkan kontraksi,” tulis riset ICDX, Selasa (3/12/2024).
Di mana IMP Manufaktur ISM AS naik ke 48,4 di bulan November dibandingkan 46,5 di bulan Oktober, melampaui ekspektasi 47,5.
Baca Juga
Harga Emas Diperkirakan Fluktuatif Hingga Akhir Tahun, Beli atau Jual
Di sisi lain, dalam berita yang beredar, Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan pada hari Senin bahwa ia ragu-ragu apakah penurunan suku bunga diperlukan pada pertemuan bulan Desember tetapi masih percaya bahwa para pejabat The Fed harus terus menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Selain itu, Presiden The Fed New York John Williams menyatakan bahwa para pejabat The Fed kemungkinan perlu menurunkan suku bunga lebih lanjut untuk memindahkan kebijakan ke posisi netral sekarang karena risiko terhadap inflasi dan lapangan kerja telah menjadi lebih seimbang.
Baca Juga
Sementara itu, Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan bahwa ia condong mendukung penurunan suku bunga pada pertemuan bulan Desember di tengah ekspektasi inflasi yang terus menurun menuju target 2% The Fed.
“Fokus pasar ke depan, pasar mencermati dengan kehati-hatian peristiwa penting perekonomian AS minggu ini termasuk rilis data lowongan kerja, laporan ketenagakerjaan ADP, dan data non-farm payrolls. Pidato para pejabat The Fed, termasuk Ketua Jerome Powell, juga akan menarik perhatian,” ulas riset tersebut.
ICDX memproyeksikan harga emas saat ini turun dengan support beralih ke area US$ 2.620 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.674. Support terjauhnya berada di area US$ 2.585 - US$ 2.540, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.685 - US$ 2.745.

