Yield Obligasi AS Anjlok Seiring Menguatnya Harapan Pemangkasan Suku Bunga
Poin Penting
- Imbal hasil Treasury AS turun 5–6 bps di seluruh tenor.
- Inflasi Juli lebih jinak dari perkiraan, redakan kekhawatiran tarif.
- Pasar perkirakan kemungkinan pemangkasan bunga Fed September hampir 100%.
- Fokus bergeser ke PPI Juli dan simposium Jackson Hole pekan depan.
NEW YORK, investortrust.id - Pasar obligasi pemerintah AS bergerak menguat pada Rabu (14/8/2025), mendorong penurunan imbal hasil di seluruh tenor, seiring meredanya kekhawatiran inflasi pasca rilis data Juli yang lebih jinak dari perkiraan. Ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada September kini hampir mencapai kepastian penuh.
Baca Juga
Investor menelaah implikasi data inflasi terbaru dan mempertimbangkan dampak potensial kenaikan tarif terhadap perekonomian AS.
Imbal hasil Treasury tenor 2 tahun turun 5 basis poin menjadi 3,681%, imbal hasil Treasury 10 tahun merosot hampir 6 basis poin ke 4,238%, dan imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun turun 6 basis poin ke 4,828%.
Investor merasa lega setelah data inflasi Juli yang dirilis Selasa menunjukkan angka lebih jinak dari perkiraan, meredakan kekhawatiran bahwa tarif dapat memicu percepatan harga secara signifikan. Kontrak berjangka suku bunga kini mengindikasikan hampir 100% keyakinan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga dari kisaran saat ini 4,25%–4,50% pada pertemuan kebijakan September, menurut CME’s FedWatch Tool.
“Kombinasi kondisi keuangan yang longgar dan dorongan fiskal yang mendukung pertumbuhan di masa depan (paruh pertama 2026), bersama dengan pemangkasan suku bunga Fed, seharusnya membuat kurva imbal hasil menjadi lebih curam,” tulis Dennis DeBusschere, Kepala Strategi Pasar di 22V Research, dalam catatan Rabu.
“Pandangan kami adalah penyaluran tarif terhadap inflasi akan berlangsung lambat, dengan keyakinan tinggi, sementara pertumbuhan ekonomi tetap relatif solid. Imbal hasil 10 tahun akan lebih bersifat restriktif dalam skenario ini dan menjadi hambatan bagi saham-saham terkait sektor perumahan,” urainya, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
Laporan inflasi pada Selasa dirilis menjelang data Indeks Harga Produsen (PPI) Juli pada Kamis, ukuran inflasi grosir sebelum barang mencapai konsumen, serta data penjualan ritel Juli dan Indeks Sentimen Konsumen Michigan yang dijadwalkan pada Jumat.
Pekan depan, Federal Reserve akan menggelar pertemuan musim panas tahunan yang mempertemukan bank sentral dunia di Jackson Hole, Wyoming, pada 21–23 Agustus, disponsori oleh Fed Kansas City, yang berpotensi memberikan arah kebijakan moneter untuk musim gugur dan musim dingin mendatang.

