PT Timah (TINS) Bocorkan Potensi Dividen dari Kinerja 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Timah Tbk (TINS) membocorkan potensi dividen dari kinerja tahun buku 2024 yang mungkin dibagikan tahun depan. Hal ini diungkapkan manajemen dalam paparan publik tahunan perseroan, Jumat (22/11/2024).
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Timah Fina Eliani menjelaskan, manajemen optimistis membukukan laba bersih yang lebih tinggi pada akhir tahun dibandingkan realisasi kuartal III-2024.
Hingga akhir September 2024, PT Timah telah mencatatkan laba bersih Rp 908,78 miliar, membalikan posisi rugi pada periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 87,45 miliar. Sementara sepanjang tahun 2023, emiten pelat merah ini membukukan rugi Rp 449,69 miliar.
Dengan begitu, pertumbuhan kinerja perseroan dalam sembilan bulan tahun ini sudah bertambah sekitar Rp 1,2 triliun.
“Insyaallah kami pastikan pencapaian nanti di akhir 2024 akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan kuartal ketiga dan kemungkinan besar akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan target RKAP 2024. Karena kami masih menunggu hasil audit ya,” jelas Fina di Le Meridien Hotel Jakarta.
Baca Juga
BRI Danareksa Sekuritas Revisi Naik Target Kinerja dan Saham Timah (TINS)
Namun manajemen belum menyebut secara rinci tentang target laba 2024 yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yang sesuai rencana kerja dan anggaran perusahaan.
Sebagai gambaran, PT Timah membidik target produksi sebanyak 19.000-20.000 ton bijih timah sampai akhir tahun ini. Sedangkan per September 2024, PT Timah telah memenuhi volume produksi sebesar 15.189 ton bijih timah.
Sepanjang Januari-September 2024, harga jual rata-rata logam timah TINS berada di level US$ 31,183 per metrik ton atau naik 15% (yoy). Sementara, untuk sisa tahun ini, manajemen menganalisis bahwa rata-rata harga timah akan bergerak pada kisaran Rp US$ 29.000 sampai US$ 31.000.
Fina pun menyebutkan, rasio dividen yang perseroan bagikan dalam beberapa tahun terakhir, berkisar antara 30-35% dari total laba bersih tahun sebelumnya. Tetapi manajemen belum bisa memberi informasi lebih lanjut, terkait rencana pembagian dividen tersebut.
“Kemudian terkait dividen, kami menunggu keputusan dari pemegang saham mayoritas. Namun pastinya kami sebagai perusahaan terbuka selalu ingin memberikan yang terbaik bagi pemegang saham, baik pemegang saham dari MIND ID dan pemegang saham publik. Besar harapan kami dapat membagikan dividen tahun depan,” sambung dia.
Baca Juga
Timah (TINS) Kucurkan Dana Eksplorasi Rp 37 Miliar Periode Agustus 2024
Fina mengungkapkan sejumlah strategi yang dilakukan perseroan, salah satunya adalah peningkatan volume produksi. Sampai dengan kuartal III-2024, TINS mencatat produksi bijih timah sebesar 15.189 ton yang naik 36% dibandingkan periode sama tahun lalu.
Peningkatan produksi hingga September tahun ini, didukung penambahan armada operasi produksi, hingga pembukaan lokasi baru. Alhasil kinerja operasi produksi perseroan membaik secara bertahap.
“Kemudian dari sisi efisiensi, kami lakukan terus menerus, mulai dari hulu hingga ke hilir. Ketiga yang paling penting, kami mengendalikan cash flow dengan melakukan selective capex,” tutur Fina.
Posisi liabilitas perseroan per akhir September 2024 tercatat turun 14,8% menjadi Rp 5,63 triliun, dibandingkan posisi akhir tahun 2023 sebesar Rp 6,61 triliun. Hal ini dikarenakan berkurangnya interest bearing debt (IBD).
Di sisi lain, posisi ekuitas TINS mencapai Rp 7,18 triliun per 30 September 2024, naik 15,1% dibandingkan posisi posisi 31 Desember 2023 yang sebesar Rp 6,24 triliun.
Kinerja keuangan perseroan diklaim menunjukkan hasil yang baik, terlihat dari beberapa rasio keuangan, seperti quick ratio sebesar 76,0%, current ratio sebesar 249,0%, dan debt to asset ratio sebesar 44,0%. Sedangkan posisi debt to equity ratio menunjukkan nilai 78,4%. (CR-10)

