JFX Beberkan Pencapaian Selama 25 Tahun hingga Strategi Gaet Investor Baru
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai bursa berjangka tertua dan terbesar di Indonesia, Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX) berperan penting sebagai penyedia fasilitas untuk melakukan transaksi kontrak berjangka.
Direktur Utama JFX Stephanus Paulus Lumintang mengatakan, jika JFX tidak berperan dalam penyedia fasilitas ini maka akan terjadi aliran modal asing (capital outflow). Yang mana capital outflow dapat mempengaruhi ekonomi makro suatu negara dan menghambat investasi asing dan domestik.
“Yang paling kelihatan sekali akan terjadi capital outflow. Meskipun tidak dalam jumlah yang besar, tapi dalam quantity yang besar. Jadi, kehadiran JFX perlu didukung,” kata Stephanus dalam wawancara bersama investortrust.id di Kantor Investortrust, The Convergence Indonesia, Jakarta, Rabu (13/11/2024).
Selain itu, selama 25 tahun berdiri, Stephanus menyebutkan banyak pencapaian yang telah diraih selama JFX berdiri sampai saat ini.
“Yang pertama adalah kedudukan Bursa Berjangka Jakarta tidak hanya di lokal market, domestik tetapi kita sudah bergerak ke internasional, ke global. Banyak sekali kerja yang sudah kita lakukan di global dengan Singapura, Malaysia, China, Australia,” beber dia.
Baca Juga
Bos JFX Prediksi Price Discovery Olein Bisa Tercapai Dalam 5 Tahun ke Depan
Menurutnya hal itu merupakan langkah yang tidak mudah digapai JFX dalam waktu yang singkat. “Mereka sudah open the door untuk kita melakukan kolaborasi bersama, yang tentunya efek ini akan berasa tidak saat ini, akan tercapai bersamaan linear mungkin pada saat Indonesia menjadi Indonesia emas 20 tahun yang akan datang,” terang dia.
Tak hanya itu, dalam bidang pembentukan harga alias price discovery, Stephanus mengatakan, pihaknya sedang berupaya untuk mencapai 100% proses tersebut, yang mana saat ini sudah berjalan di atas 50%.
“Kita sedang mempersiapkan dengan secara lebih matang untuk komoditas timah dan olein. Jadi untuk mining kita fokus ke timah, dan olein untuk ke agriculture,” jelas dia.
Baca Juga
JFX Optimistis Program Hilirisasi Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 8%
Stephanus juga membeberkan beberapa rencana ke depan yakni menggaet pelaku-pelaku asing, baik sebagai investor maupun pialang yang masuk ke dalam pasar. Sebab langkah ini diyakininya akan turut mengakselerasi pencapaian JFX.
"Dengan experience yang mereka miliki, dengan teknologi enhancement yang mereka tetap kembangkan, itu akan turut membantu mengakselerasi pencapaian kita. Kita tidak mengusahakan mengurangi ekspor nasabah tapi kita mencoba meningkatkan impor nasabah,” ucapnya.
Hal itu menurutnya sudah mulai terjadi, yang nampak dari langkah para pialang-pialang luar negeri yang buka kantor di Indonesia. Di mana, hal itu otomatis membawa investasi atau penanaman modal yang berasal dari pihak luar negeri atau asing (foreign direct investment) meskipun dalam jumlah yang masih terukur dan tidak besar.
"Tentunya ini secara tidak langsung akan lebih mempercepat. Kalau kami memperkirakan kapan lebih banyak posisi impornya dibanding ekspor, itu saya memprediksikan antara 7-8 tahun ke depan. Ini juga akan jadi PR (pekerjaan rumah) CEO selanjutnya," tuturnya.

