BEI Incar Dua Emiten Lighthouse Listing Sampai Akhir 2024
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan jumlah perusahaan mercusuar atau lighthouse company bertambah dua yang melantai di bursa sampai akhir tahun.
Perusahaan dengan kategori aset di atas Rp 3 triliun tersebut diharap merampungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sahamnya sebelum 2024 berakhir.
“Mudah-mudahan harapan kami tercapai semua. Sudah tercatat satu (lighthouse) PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII). Masih ada dua yang belum tercatat,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di kantornya, Rabu (13/11/2024).
Baca Juga
Adaro Andalan Indonesia (AADI) Siap Melantai di Bursa, Bidik IPO Rp 4,59 Triliun
Sejak awal tahun, bursa telah menargetkan untuk membawa minimal tiga perusahaan besar yang masuk kategori lighthouse company agar sahamnya bisa diperdagangkan di pasar modal Indonesia.
Sementara itu, pada laman e-ipo BEI, saat ini sudah ada satu perusahaan dengan aset besar yang sedang mengantre untuk listing di bursa dengan target pengumpulan dana di atas Rp 3 triliun, yakni PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
AADI akan melepas 778.689.200 saham atau 10% dari total saham yang dicatatkan. Book building saham anak usaha PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) tersebut menawarkan harga Rp 4.590-5.900. Sehingga nilai pengumpulan dana IPO bisa mencapai Rp 3,57 triliun sampai Rp 4,59 triliun.
Baca Juga
Daaz Bara (DAAZ) Cetak 3 Hari ARA, Kinerja dan Prospeknya Begini
Namun Nyoman masih belum menyebutkan bahwa AADI merupakan salah satu lighthouse company yang bursa maksud. “Nanti lihat proses penilaian kami pada saat book building real-nya berapa (harga IPO). Itu kita tunggu dulu,” ujarnya.
Terbaru, per 11 November 2024, BEI menyampaikan ada 29 perusahaan masuk pipeline IPO dengan 17 perusahaan di antaranya memiliki aset skala besar di atas Rp 250 miliar. Sebanyak 10 perusahaan dengan skala menengah beraset Rp 50-250 miliar, dan hanya dua perusahaan dengan skala kecil di bawah Rp 50 miliar.
Baca Juga
Kredit Macet Menurun, Direktur Utama BRI Ungkap Strategi Tingkatkan Kualitas Aset
Sedangkan sejak awal tahun, bursa mencatat sudah ada 36 perusahaan yang baru mencatatkan sahamnya di bursa dengan total penghimpunan dana sebesar Rp 5,42 triliun.
Di sisi lain, terdapat 15 perusahaan yang telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp 34,42 triliun. Selanjutnya, 119 emisi telah diterbitkan dari 65 penerbit efek bersifat utang sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 110,6 triliun.

