BEI Incar 3 IPO Perusahaan Lighthouse, Kapitalisasi Pasar Rp 3 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan sebanyak tiga perusahaan lighthouse (mercusuar) atau perusahaan beraset besar untuk melakukan initial public offering (IPO) di BEI tahun ini.
“Jadi lighthouse target kita paling nggak tahun ini itu lebih dari tiga. Dan beberapa sudah tercapai juga,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jakarta, Senin (11/11/2024).
Nyoman menyebut, perusahaan yang berada dalam pipeline beraset jumbo tersebut salah satunya berada bergelut di sektor energi.
Dalam kesempatan lain, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman juga memaparkan bahwa terdapat tiga perusahaan mercusuar (lighthouse) yang berencana melangsungkan Initial Public Offering (IPO) hingga akhir tahun 2024.
Baca Juga
BEI Sebut Ada 29 Perusahaan Masuk Pipeline IPO Saham, 17 Beraset Jumbo
Dikatakan, ketiga perusahaan tersebut memiliki kapitalisasi pasar (market cap) sebesar Rp 3 triliun, dan memenuhi aturan free float sebesar 20%.
“Insya allah akan masuk di periode November-Desember. Jadi kami sangat optimistis bahwa target 3 perusahaan lighthouse dimana memiliki market cap besar dengan free float 20 persen di 2024 bisa terpenuhi,” ujarnya, dikutip Senin (11/11/2024).
Sebagai catatan, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan sebanyak 29 perusahaan sedang antre (pipeline) pencatatan perdana (Initial Public Offering/IPO) saham per Jumat, 8 November 2024. Dari 29 perusahaan yang antre, tercatat sebanyak 17 perusahaan dengan aset skala besar yang bernilai di atas Rp 250 miliar.
Baca Juga
Sedangkan 10 perusahaan dengan skala menengah beraset Rp 50-250 miliar dan hanya dua perusahaan dengan skala kecil di bawah Rp 50 miliar.
Sementara itu, Nyoman menyatakan bahwa dari 29 perusahaan tercatat dalam pipeline, terdapat 3 perusahaan dari sektor bahan baku, 2 perusahaan konsumer siklikal, 5 perusahaan dan sektor konsumer non siklikal, 5 perusahaan dari sektor energi, 2 perusahaan dari sektor keuangan, dan 3 perusahaan dari sektor kesehatan.
“Kemudian 3 perusahaan dari sektor industri, 1 perusahaan dari sektor infrastruktur, 3 perusahaan dari sektor properti dan real estate, dan 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik,” tulis Nyoman melalui keterangannya, Senin (11/11/2024).

