Dua Emiten Jumbo Antre IPO, BEI Siap Lampaui Target Lighthouse 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap masih terdapat dua perusahaan berskala lighthouse atau kapitalisasi pasar (market cap) jumbo dalam antrean pencatatan saham (pipeline) untuk menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham tahun ini.
Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, target BEI tahun ini kedatangan listing 5 perusahaan lighthouse. Perusahaan lighthouse sendiri adalah emiten dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 3 triliun dan memenuhi kriteria free float minimal 15%.
Baca Juga
Simak! Ini Strategi BEI Jaring Lebih Banyak ‘Lighthouse Company’ Melantai di Bursa
“Sudah ada 4 perusahaan lighthouse yang telah listing tahun ini, yaitu PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI), dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). Jadi sudah ada 4 dari target tahun ini sebanysak 5 perusahaan,” kata Iman saat konferensi pers HUT pasar modal di Main Hall BEI, Jakarta, Senin, (11/8/2025).
Selain emiten lighthouse, Iman melanjutkan, hingga kini terdapat 6 calon perusahaan tercatat yang masuk pipeline, meski belum memperhitungkan laporan keuangan per Juni 2025. “Dua dari daftar tersebut masuk kategori lighthouse. Jadi mudah-mudahan kalau ini jalan, paling tidak 4 tambah 2 mungkin lebih dari 5. Jadi kita ada 6, ini pun belum mempertimbangkan bahwa ada calon perusahaan tercatat menggunakan buku Juni ya,” bebernya.
Adapun enam calon perusahaan tersebut terdiri dari dua perusahaan sektor basic materials, satu perusahaan transportasi dan logistik, dua dari sektor industri, serta satu dari sektor finansial.
Baca Juga
“Itu 6 calon perusahaan tercatatnya. Jadi saya rasa kalau kita bicara target, insyaAllah kita bisa penuhi walaupun terus terang masih banyak beberapa produk-produk tadi yang saya sampaikan yang di akhir tahun akan kita lakukan,” terang Iman.
Adapun hingga 8 Agustus 2025 BEI mencatatkan sebanyak 22 perusahaan yang telah melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 10,39 triliun.

