IHSG Akhirnya Rebound Tinggi, 4 Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (12/11/2024), akhirnya ditutup rebound dengan kenaikan 55,53 poin (0,76%) menjadi 7.321,99 dengan nilai transaksi Rp 12,18 triliun.
Penguatan tersebut tersebut ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor energi 2,83%, sektor teknologi 2,60%, sektor consumer non primer 1,25%, sektor transportasi 1,09%, dan sektor infrastruktur 0,30%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor consumer primer 0,60%, sektor material dasar 0,42%, dan sektor keuangan 0,03%.
Baca Juga
Kinerja Emiten Keluarga Murdaya Ini (MKPI) Tumbuh Solid, Potensi 'Cuan' Sahamnya Menggiurkan
Di tengah penguatan tersebut, empat saham catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) PT Newport Marine Service Tbk (BOAT) sebanyak 35% menjadi Rp 135, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), yang listing sejak kemarin ini, kembali naik 25% menjadi Rp 1.375, dan PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) naik 25% menjadi Rp 2.250.
Lompatan harga hingga ARA juga melanda saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mencapai 20% menjadi Rp 21.600. Dengan kenaikan tersebut saham emiten yang dikendalikan grup Lippo (MLPT) ini telah melesat lebih dari 1.389% dalam tiga bulan terakhir.
Kenaikan pesat juga melanda kembali melanda saham PT Mulipolar Tbk (MLPL) naik 29,46% menjadi rp 167, PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) melesat 23,01% menjadi Rp 695, dan PT Dwi Guna Lestari TbK (DWGL) sebanyak 19,23% menjadi Rp 248.
Baca Juga
Menko Pangan Sederhanakan Penyaluran Pupuk Subsidi, Arahan Langsung dari Mentan
Sebaliknya penurunan dalam melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA), PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK), PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML), dan PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM).
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 20,73 poin (0,28%) menjadi 7.266,46. Penurunan dipicu atas koreksi sebanyak 397 saham. Sisanya sebangak 196 saham dan 190 saham masing-masing ditutup stagnan dan menguat.
Koreksi tersebut sejalan dengan berlanjutnya aksi jual (net sell) saham oleh pemodal asing mencapai Rp 1,52 triliun. Di antaranya, net sell BBRI Rp 732,32 miliar, BBCA senilai Rp 407,10 miliar, dan ADRO mencapai Rp 116,59 miliar. Sebaliknya saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tercatat sebagai saham yang dikoleksi asing mencapai Rp 122,23 miliar.
grafik IHSG

