Sektor Konsumer Kebanjiran Rezeki dari Program Pemerintah, Simak Rekomendasi Saham ICBP, MYOR dan UNVR
JAKARTA, investortrust.id - CGS International Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi neutral pada saham sektor konsumer.
Disebutkan, emiten sektor konsumsi yang terkait kebutuhan bahan pokok akan terus diuntungkan oleh kebijakan pemerintah, yang semakin berpihak pada konsumen kelas bawah.
Adapun saham-saham dimaksud yaitu PT Indofood CBP Tbk (ICBP) dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Kedua emiten ini diperkirakan akan mendapatkan keuntungan paling besar dari program-program pemerintah yang akan datang, seperti makan siang gratis, yang akan membantu meningkatkan daya beli konsumen berpenghasilan rendah dan menengah.
“Kami memperkirakan emiten-emiten sektor konsumsi kebutuhan bahan pokok akan membukukan pertumbuhan laba per saham (EPS) hingga 46% qoq dan hingga 43% yoy di kuartal III-2024,” tulis analis CGS Baruna Arkasatyo, Hadi Soegiarto, dan Joanne Ong dalam riset CGS International Sekuritas Indonesia yang dikutip Jumat (11/10/2024).
Adapun, upside risks dari sektor ini adalah potensi insentif konsumsi baru dari pemerintah, dan keberlanjutan apresiasi rupiah terhadap dolar AS, yang seharusnya mendorong arus masuk modal.
Baca Juga
Jumlah Investor Tembus 14 Juta SID, BEI: Partisipasi Generasi Muda di Pasar Modal Tinggi
Sedangkan downside risks nya yakni tingginya tingkat pemutusan hubungan kerja (PHK) di pasar tenaga kerja yang membebani daya beli masyarakat, dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Lebih lanjut, CGS mengantisipasi ICBP bisa melampaui proyeksi konsensus Bloomberg dengan laba bersih (NPAT) inti sebesar Rp 2,44 triliun, naik 8% yoy di tengah meningkatnya harga bahan baku, terutama coklat dan kopi.
Sementara itu, CGS memperkirakan SIDO akan membukukan laba bersih kuartal III-2024 sebesar Rp 198 miliar atau naik 43% yoy, di bawah rata-rata musimannya, tetapi masih sejalan dengan konsensus Bloomberg untuk laba bersih inti hingga September 2024.
Lebih lanjut, CMRY berpotensi menghasilkan laba bersih inti pada kuartal III 2024 yang sejalan dengan konsensus sebesar Rp420 miliar tumbuh 22% yoy dan laba bersih inti hingga September 2024 yang juga sejalan dengan konsensus.
Baca Juga
WSBP Catat Kontrak Baru Rp 1,73 Triliun, Optimistis Capai Target Tahunan Rp 2,3 Triliun
Terakhir, CGS Sekuritas memperkirakan laba bersih (NPAT) inti kuartal III 2024 UNVR akan di bawah Rp 1 triliun atau melemah 30% yoy, tetapi laba hingga September 2024 akan tetap sejalan dengan konsensus yaitu sebesar Rp3,5 triliun.
Oleh sebab itu, CGS Sekuritas memberikan rekomendasi add saham ICBP dengan target harga Rp 12.400, add saham MYOR dengan target harga Rp 2.850, dan add saham UNVR dengan target harga Rp 2.280. (CR-4)

