Dua Sekuritas Ini Kompak Revisi Naik Target Harga Saham Indofood (INDF) Jadi Segini
JAKARTA, investortrust.id – Dua sekuritas ini merevisi naik target harga saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), seiring lompatan kinerja keuangan perseroan hingga kuartal III-2024 telah melebihi ekspektasi.
Samuel Sekuritas merevisi naik target harga saham INDF dari Rp 8.000 menjadi Rp 8.800 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Begitu juga dengan BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham INDF dari Rp 8.000 menjadi Rp 8.800 dengan rekomendasi beli.
Baca Juga
Pendapatan dan Laba Bersih Indofood (INDF) Melesat hingga September 2024, Nilainya Jadi Segini
Hingga kuartal III-2024, INDF membukukan kenaikan laba bersih sebanyak 23,7% menjadi 8,76 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 7,08 triliun. Begitu juga dengan laba inti melesat dari Rp 7,06 triliun menjadi Rp 8,29 triliun.
Pertumbuhan laba bersih tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan dari Rp 83,88 triliun menjadi Rp 86,94 triliun. Peningkatan tersebut juga sejalan dengan pertumbuhan pesat margin keuntungan, yaitu gross margin naik dari 31,2% menjadi 34,2% dan net margin naik dari 8,4% menjadi 10,1%.
“Realisasi laba bersih INDF hingga September 2024 sudah melampaui target kami. Perolehan tersebut memperkuat keyakinan pertumbuhan akan terus berlanjut sampai akhir tahun,” tulis tim riset Sucor Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Tingginya pencapaian INDF hingga kuartal III-2024 mendorong Sucor Sekuritas untuk merevisi naik target kinerja keuangan tahun ini. Proyeksi laba bersih tahun ini direvisi naik dari Rp 9,49 triliun menjadi Rp 10,87 triliun. Sebaliknya proyeksi pendapatan direvisi turun dari Rp 116,57 triliun menjadi Rp 115,92 triliun.
Baca Juga
Indofood (INDF) Kantongi Peringkat idAA+ dengan Prospek Stabil
Begitu juga dengan anlias BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Natalian Sutanto. Menurut mereka, INDF akan diuntungkan atas penurunan harga pembelian pupuk untuk bisnis segmen perkebunan kelapa sawit yang diharapkan berlanjut sampai semester I-2025.
“Penurunan biaya yang diharapkan berimbas terhadap pertumbuhan margin keuntungan mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham INDF dari Rp 8.000 menjadi Rp 8.800 dengan rekomendasi beli,” terangnya.
Grafik Saham INDF

