Risiko Geo Politik Membayangi, Target Harga Saham Indofood CBP (ICBP) Dipangkas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Target kinerja keuangan dan harga saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dipangkas, seiring dengan Risiko ketegangan geopolitik Timur Tengah. Risiko berpotensi merembet terhadap penjualan dan menaikkan beban biaya.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun proyeksi kinerja keuangan anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ini. Proyeksi laba bersih tahun ini dipangkas dari semula Rp 10,20 triliun menjadi Rp 9,88 triliun. Begitu juga dengan proyeksi pendapata dipangkas dari Rp 79,60 triliun menjadi Rp 78,69 triliun.
Baca Juga
Kinerja Solid Indofood (INDF) 2025, Analis Pasang Target Harga Saham Segini
Sejalan dengan pemangkasan target pertumbuhan kinerja keuangan tersebut, target harga saham ICBP juga dipangkas dari Rp 11.500 menjadi Rp 10,500 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Meski target dipangkas, potensi cuan saham emiten Salim Group ini masih tinggi lebih dari 40%.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Christy Halim mengatakan, manajemen ICBP telah memberikan panduan pertumbuhan penjualan sebesar 5–7% dengan margin EBIT dipertahankan di kisaran 20–22% tahun 2026. Prospek ini mencerminkan optimisme yang didukung momentum kuat pada akhir 2025 serta tren permintaan pasca-Lebaran yang sesuai ekspektasi.
“Hanya saha panduan tersebut ditetapkan sebelum eskalasi konflik di Timur Tengah. ICBP memang menyatakan dampak konflik terhadap operasional anak usaha Pinehill sejauh ini masih terbatas. Aktivitas bisnis dan rantai pasok bahan baku tetap berjalan normal,” tulis riset tersebut.
ICBP juga disebut telah memiliki strategi mitigasi dengan mengamankan persediaan bahan baku utama untuk 3–6 bulan ke depan, serta telah mengunci sekitar 50% kebutuhan pupuk tahun berjalan untuk bisnis agribisnis. Volume penjualan mi instan di pasar luar negeri tumbuh 7% YoY pada 2025, dengan kontribusi utama berasal dari Pinehill.
Baca Juga
Pemerintah Luncurkan Buku Saku 0%, Jadi Panduan Kebijakan Prabowo untuk Hapus Kemiskinan Ekstrem
Meski telah memiliki strategi migitigasi, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa estimasi laba inti 2026 diprediksi relatif stagnan dengan pertumbuhan tipis 0,4%, sebelum meningkat menjadi 8,1% pada 2027. Perseroan diperkirakan masih memiliki daya tahan, terutama melalui kemampuan penyesuaian harga pada produk mi instan yang belum mengalami kenaikan harga tahun ini.
Terkait realisasi kinerja keuangan tahun 2025, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, perseroan mencatatkan pemulihan kinerja pada kuartal IV-2025 yang mendorong prospek positif ke depan, meskipun masih dibayangi risiko ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Secara keseluruhan, ICBP menutup tahun 2025 dengan pertumbuhan penjualan 3,1% dan laba sebanyak 30,3%. Namun, margin kotor mengalami tekanan akibat kenaikan harga bahan baku, khususnya minyak goreng, kentang, dan CPO.

