Laba Bersih Venteny (VTNY) Melorot, Meski Pendapatan Naik 86%
JAKARTA, investortrust.id – Laba bersih PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) melorot 31,67% (yoy) menjadi Rp 3,47 miliar pada kuartal III-2024. Sedangkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Venteny dari Januari-September 2023 mencapai Rp 5,08 miliar.
Di sisi lain, pendapatan konsolidasi perusahaan pada perbandingan periode serupa, naik 86% (yoy) menjadi Rp 186 miliar. Founder dan Group CEO Venteny Jun Waide menjelaskan, kenaikkan pendapatan perseroan ditopang lini bisnis B2B financial services yang berkontribusi sebesar 40% atau Rp 74,7 miliar. Disusul kontribusi B2B2E Venteny Employee Super App yang menyumbang sebesar 32% atau Rp 58,2 miliar.
Sisanya porsi pendapatan sebesar 28% atau Rp 52,7 miliar disumbangkan oleh produk IT lainnya. Sementara, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) perseroan mencapai Rp 13,7 miliar.
“Kinerja perseroan hingga September 2024, menunjukkan resiliensi portofolio yang semakin kuat. Ekosistem bisnis yang dibentuk Venteny khususnya di B2B2E Employee Super App mengalami kenaikan yang signifikan tahun ini,” terang Jun secara tertulis, Kamis (7/11/2024).
Baca Juga
IHSG Anjlok 1,26% ke Bawah Level 7.300, tapi Saham FMII dan PTIS Tetap ARA
Dia menginformasikan, tahun ini Venteny berfokus meningkatkan investasinya di infrastruktur digital dan memperbesar struktur organisasi perseroan. Selain itu, manajemen juga membangun kemitraan solid di tingkat lokal dan regional, serta memperluas basis asetnya.
Menurut Jun, investasi strategis tersebut sangat penting bagi Venteny dalam bersiap untuk ekspansi bisnis perseroan di tahap selanjutnya. “Sejak hadir di Indonesia pada 2019, kami telah mengalami pertumbuhan pesat. Sekarang, kami berkomitmen memperkuat fondasi kami untuk mempertahankan momentum ini dan mencapai visi yang lebih luas di Indonesia dan Asia Tenggara,” sambungnya.
Layanan B2B Financial Services, sebagai kontributor utama pendapatan Venteny, mengalami peningkatan pendapatan sebesar 26% dari tahun ke tahun. Sejak awal tahun hingga 30 September 2024, Venteny telah menyalurkan lebih dari Rp 1,2 triliun pendanaan produktif untuk bisnis dan UMKM di Indonesia.
“Kami yakin, dengan konsistensi perseroan menghadirkan layanan teknologi yang menjawab kebutuhan stakeholder baik dari sisi pendanaan produktif hingga Go-to-app karyawan, perseroan akan menutup 2024 dengan performa terbaik,” tambah Jun.
Guna mendukung pertumbuhan layanan keuangan perseroan, Venteny telah mendapatkan pendanaan sebesar JPY 2,2 miliar dari Jepang dengan suku bunga rendah dari Januari hingga September 2024. Dana ini dikombinasikan dengan pendanaan dari Singapura dan bank lokal Indonesia, yang memperkuat kapasitas pertumbuhan perseroan.
Dengan investasi strategis dan pendanaan tersebut, Venteny mengaku siap memperluas bisnis perseroan di seluruh Indonesia. Sebagai bagian dari upaya menjembatani kesenjangan pendanaan bagi UMKM, perseroan juga mendapatkan dukungan kuat dari pemerintah daerah dan asosiasi.
Baca Juga
Venteny (VTNY) Jadi Sponsor Utama Japan Lamborghini Owners Club dalam Seri Balap Super GT300
Di Sumatera Selatan, Venteny telah membentuk kemitraan yang solid dengan Dinas Koperasi dan UKM. Atas landasan ini, perseroan berencana memperluas jaringan ke lebih banyak kota, termasuk Jawa Timur dan Bali, melalui kemitraan strategis dengan pemerintah daerah dan asosiasi untuk mendukung pertumbuhan regional.
Selain itu, Venteny Employee Super App melanjutkan kinerjanya yang kuat tahun ini, dengan pertumbuhan 60% dari tahun ke tahun hingga 30 September 2024. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh bertambahnya pengguna super app dari perusahaan-perusahaan besar yang menggunakan layanan seperti Pertamina, Sompo, Astro, dan Waskita Precast.
Damar Raditya selaku Group COO Venteny menegaskan, akan terus berinovasi untuk dapat memenuhi kebutuhan kesejahteraan karyawan dan mendukung perekonomian Indonesia. Hal ini dilakukan melalui akselerasi bisnis di daerah-daerah regional di seluruh Indonesia, dengan dukungan pemerintahan setempat, sektor swasta, dan asosiasi.
“Kami yakin, ekosistem Venteny akan segera dapat dinikmati oleh seluruh karyawan, UMKM, koperasi, pengusaha, dan stakeholder lain di seluruh Indonesia,” ujar Damar. (CR-10)
Grafik Harga Saham VTNY:

