IHSG Anjlok 1,26% ke Bawah Level 7.300, tapi Saham FMII dan PTIS Tetap ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (7/11/2024), ditutup anjlok sebanyak 92,88 poin (1,26%) menjadi 7.290,99. Pergerakan indeks dalam rentang 7.283-7.386 dengan nilai transaksi Rp 6,18 triliun.
Penurunan tajam IHSG dipicu atas koreksi mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar 2,14%, sektor teknologi 1,39%, sektor keuangan 0,67%, sektor infrastruktur 0,73%, sektor energi 0,58%, dan sektor consumer non primer 0,60%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer primer 0,68% dan sektor property 0,55%.
Baca Juga
Menaker Ungkap Kemungkinan Pengumuman UMP 2025 Molor, Ini Sebabnya
Meski IHSG anjlok parah, dua saham ini masih berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Indo Straits Tbk (PTIS) naik 24,79% menjadi Rp 292 dan PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik 24,57% menjadi Rp 436.
Kenaikan juga meladan saham PT Trimuda Nuansa Citra Tbk (TNCA) sebanyak 14,71% menjadi Rp 234, PT Steady Safe Tbk (SAFE) melesat 10,91% menjadi Rp 366, dan PT WIR Asia Tbk (WIRG) menguat 6,90% menjadi Rp 124.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham berikut, yaitu PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA), dan PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX).
Baca Juga
Dua Sekuritas Ini Kompak Revisi Naik Target Harga Saham Indofood (INDF) Jadi Segini
Kemarin, IHSG BEI ditutup terjerembab sebanyak sebanyak 108,06 poin (1,44%) menjadi 7.383. Pemodal asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham jumbo Rp 1,14 triliun, yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 582,90 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 480,47 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 131,54 miliar.
Koreksi IHSG kemarin dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor teknologi sebanyak 2,97%, sektor property 2%, sektor keuangan 1,77%, sektor infrastruktur 1,12%, sektor energi 1,24%, dan sektor consumer non primer 0,99%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industry 0,38% dan sektor 0,18%.
Meski IHSG ditutup di zona merah, beberapa saham berhasil catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik 25% menjadi Rp 350, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) menguat 24,86% menjadi Rp 452, PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) naik 24,85% menjadi Rp 2.110, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) melesat 24,76% menjadi Rp 1.915.
Grafik IHSG

