Kinerja Keuangan ISAT dan EXCL Diproyeksi Melesat, BRI Danareksa Revisi Naik Target Harga
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik proyeksi kinerja keuangan dan target harga saham PT Indosat Ooredoo Hutchinson Tbk (ISAT) serta PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), seiring membaiknya fundamental bisnis dan strategi monetisasi yang dijalankan masing-masing emiten.
Untuk ISAT, BRI Danareksa Sekuritas menaikkan proyeksi pendapatan tahun buku 2026 (FY26F) menjadi tumbuh 5,2% secara tahunan (year on year/yoy). Kenaikan tersebut ditopang pertumbuhan bisnis seluler sebesar 3,6% yoy serta kontribusi sekitar US$70 juta dari layanan GPU as a Service (GPUaaS). Kombinasi faktor tersebut mendorong revisi naik estimasi laba bersih FY26F sebesar 11,4%.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan menyebutkan, ISAT saat ini aktif menjalankan inisiatif perbaikan harga (price repair) yang dinilai membuka peluang peningkatan data yield. Saat ini, data yield ISAT tercatat Rp2.300 per GB, terendah di antara para pesaing dan masih berada pada diskon sekitar 13% dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Gandeng Nokia dan NVIDIA Bangun 'Otak' AI untuk Jaringan 5G Indonesia
Selain itu, manajemen ISAT berfokus pada monetisasi trafik melalui personalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Dengan kondisi pasar yang lebih rasional pascakonsolidasi industri, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan average revenue per user (ARPU) ISAT meningkat 1,6% yoy menjadi Rp39.300 pada FY26F.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk ISAT dengan menaikkan target harga menjadi Rp3.000 per saham. Target tersebut merefleksikan valuasi 5,3 kali EV/EBITDA tahun 2026. “Inisiatif perbaikan harga dinilai berpotensi mendorong re-rating saham ISAT,” tulis riset tersebut.
BRI Danareksa Sekuritas melanjutkan bahwa potensi pembukaan nilai juga datang dari rencana divestasi 70% saham mayoritas di bisnis jaringan fiber yang ditargetkan rampung pada akhir tahun, dengan estimasi valuasi sekitar US$1 miliar atau setara 12,7 kali EV/EBITDA.
ISAT juga tengah mencari mitra strategis dengan keahlian FiberCo guna meningkatkan monetisasi aset dan mempercepat pertumbuhan jaringan enterprise, serupa dengan penciptaan nilai pada bisnis pusat data bersama BDx. Strategi ini memungkinkan ISAT untuk lebih fokus memperkuat bisnis inti seluler.
Baca Juga
XLSmart (EXCL) Bagikan Dividen Rp 159 per Saham untuk Tahun Buku 2024, Simak Jadwal Ini
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas juga merevisi naik proyeksi kinerja dan target harga saham XLSmart (EXCL). Revisi ini didukung oleh penguatan struktur neraca setelah EXCL melepas 18,32% sahamnya di MORA pada harga Rp 432 per saham atau merefleksikan valuasi 7,7 kali EV/EBITDA.
“Transaksi tersebut menghasilkan dana sebesar Rp 1,87 triliun serta potensi keuntungan akuntansi sekitar Rp 112,6 miliar,” ungkap riset tersebut.
Meski EXCL telah membagikan dividen spesial sebesar Rp2,9 triliun pada Desember 2025 yang didanai dari penjualan saham treasuri senilai Rp2,7 triliun, BRI Danareksa Sekuritas menilai hasil divestasi MORA terutama ditujukan untuk memulihkan fleksibilitas neraca. Hal ini penting mengingat tingginya intensitas belanja modal (capex) EXCL pada FY25–26F serta meningkatnya beban utang pascamerger.
Dengan posisi likuiditas yang lebih baik, rasio utang bersih terhadap EBITDA EXCL diproyeksikan turun menjadi 2,8 kali pada FY26–27F dari estimasi sebelumnya 3,1 kali. BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik estimasi laba bersih pada 2026 dan 2027 masing-masing sebesar 12% dan 20%, seiring penurunan beban bunga akibat profil utang yang lebih ramping.
Baca Juga
DPRD Badung Dorong Kompetisi Usaha Tower, Tegaskan Jaga Estetika dan Budaya
EXCL diperkirakan mencatat pertumbuhan EBITDA sebesar 13,7% yoy pada FY26F dan 12,5% yoy pada FY27F, dengan margin EBITDA pulih mendekati 49% pada FY27F. Pemulihan margin tersebut ditopang peningkatan pendapatan dari integrasi jaringan serta penghematan biaya berbasis sinergi di sisi lokasi, spektrum, dan tenaga kerja.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa intensitas capex EXCL diproyeksikan mencapai puncak di level 24% dan 21% dari pendapatan pada tahun 2025-2026, sejalan dengan proses konsolidasi merger, modernisasi jaringan, dan persiapan awal 5G. Setelah itu, capex diperkirakan turun ke bawah 20% mulai FY27F seiring pergeseran fokus ke bisnis seluler pascarestrukturisasi fiber.
Sejumlah kondisi tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk menaikkan target harga EXCL menjadi Rp 4.100 per saham atau mencerminkan valuasi 6,2 kali dan 5,5 kali EV/EBITDA masing-masing untuk tahun 2026 dan 2027. “Kenaikan target harga ini ditopang proyeksi arus kas bebas yang lebih kuat pada periode 2027-2030dengan estimasi sebesar Rp 8–10 triliun per tahun,” tulisnya.
Grafik Saham EXCL dan ISAT

