Industri Tekstil dan Garmen Melemah, Penjualan Trisula (TRIS) Tetap Bertumbuh
JAKARTA, investortrust.id – Trisula Group yang dikendalikan PT Trisula International Tbk (TRIS) mencatatkan penjualan Rp 1,08 triliun sepanjang Januari-September 2024, naik 4% dari periode sama sebelumnya (year on year/yoy).
Direktur Utama Trisula International, Widjaya Djohan mengatakan, perseroan mencetak pertumbuhan kinerja keuangan hingga kuartal III-2024 meski industri tekstil dan garmen masih dalam kondisi lemah.
“Berkat operasional yang solid dan lebih efisien, lead time produksi yang optimal, kami menghasilkan kenaikan signifikan pada laba usaha menjadi Rp 95,4 miliar, meningkat 19% (yoy),” kata Djohan dalam keterangan resmi, Senin (4/11/2024).
Menurut Widjaya Djohan, naiknya penjualan membuat laba bersih perseroan melonjak dua digit sebesar 13,7% (yoy) menjadi Rp 31,92 miliar. “Pada kuartal yang sama, hampir semua segmen bisnis perseroan mengalami kenaikan,” imbuh Djohan.
Baca Juga
Manajemen Sebut Kenaikan Kinerja Trisula (BELL) kuartal III-2024 Mengesankan, Ungkap Alasan Ini
Segmen manufaktur, kata Widjaya Djohan, menjadi penyumbang terbesar terhadap penjualan perseroan dengan mencatatkan kenaikan sebesar 5% (yoy) menjadi Rp 881,78 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu. Segmen seragam TRIS juga naik 15% (yoy) dengan total penjualan Rp 111,22 miliar.
Djohan menambahkan, penjualan terbesar perusahaan publik yang beroperasi di sektor tekstil dan garmen itu berasal dari pasar ekspor. Trisula memiliki cakupan pasar ekspor sekitar 60%. Porsi ekspor terbesar ke Jepang, Australia, dan Selandia Baru.
Penjualan Ekspor Naik 6%
Meski secara tahunan penjualan ekspor kuartal ini turun, kata Djohan, secara kuartalan (quarter to quarter/q to q) penjualan ekspor Trisula meningkat 6% dari Rp 220,6 miliar menjadi Rp 233,4 miliar.
Djohan menjelaskan, di sisi penjualan retail, perseroan juga membukukan peningkatan penjualan sebesar 12% (yoy) senilai total Rp 135,72 miliar dari periode sebelumnya Rp 121,7 miliar. Untuk pasar lokal juga meningkat, baik secara kuartalan maupun tahunan. Penjualan lokal Trisula pada kuartal ini mencapai Rp 444,67 miliar, naik 18% (yoy) dibandingkan periode sama sebelumnya Rp 376,53 miliar.
“Kami sadar industri tekstil dan garmen masih dalam kondisi tidak stabil dan penuh tantangan. Namun, tantangan tersebut justru memperkuat semangat kami untuk memberikan layanan terbaik bagi para pelanggan,” ujar dia.
Djohan mengungkapkan, di samping eratnya kerja sama seluruh anak usaha yang terintegrasi untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi, salah satu kunci keberhasilan Trisula dalam bertahan di industri tekstil dan garmen terletak pada fleksibilitas dalam menerima pesanan.
Baca Juga
Trisula (TRIS) Raup Penjualan Rp 696,62 Miliar, Laba Bersih Melesat 25,86%
Atas torehan kinerja tersebut, Widjaya Djohan optimistis perseroan mampu mempertahankan kinerja hingga akhir tahun, terutama untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
“Bahkan peningkatan penjualan kami membuktikan bahwa permintaan produk kami masih lebih baik dibandingkan industri sejenis yang sedang menurun,” tutur dia.
Perusahaan, kata Widjaya Djohan, menargetkan peningkatan penjualan sebesar 10% dan laba bersih sebesar 30% hingga akhir tahun. Sedangkan sampai September 2024, realisasi pertumbuhan penjualan dan laba bersih TRIS masing-masing mencapai 4% dan 13,7%.

