OJK Ungkap Industri Fintech Tanah Air Hadapi 4 Tantangan Ini, Apa Saja?
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan sejumlah tantangan besar di sektor industri financial technology (fintech) Indonesia.
Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK Djoko Kurnijanto mengungkapkan, setidaknya ada empat tantangan yang dihadapi pelaku industri fintech Tanah Air.
Menurut Djoko, tantangan yang pertama adalah keberlanjutan bisnis. Di mana, hal ini dapat dilihat dari dua aspek, yaitu tata kelola perusahaan dan permodalan.
"Banyak sekali perusahaan fintech yang berhenti di tengah jalan karena memang kurangnya tata kelola yang memadai. Dan juga permodalan atau kurang menarik buat investor untuk bisa menanamkan dananya untuk bisnis ini. Dan belum lagi kalau kita melihat dari data bahwa investor yang menginvestasikan dananya di fintech itu sekarang ini cenderung turun di tahun 2023 kemarin," ujar Djoko dalam acara Pre-Event Media Gathering Bulan Fintech Nasional 6th Indonesia Fintech Summit & Expo 2024 di OJK Menara Radius Prawiro, Komplek Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, Senin (4/11/2024).
Baca Juga
AFPI Sebut Industri Fintech Lending Telah Salurkan Rp 950 Triliun kepada 135 Juta Borrower
Tantangan kedua yakni berhubungan dengan sumber daya manusia (SDM) yang masih perlu ditingkatkan kualitasnya, utamanya dalam hal pemanfaatan teknologi digital untuk melengkapi aspek bonus demografi.
"Nah kemudian tantangan berikutnya adalah kaitan dengan kemitraan dan kolaborasi. Nah ini juga yang menjadi tantangan kita bagaimana kita tetap terus bisa melakukan kemitraan atau kolaborasi ini dalam kegiatan apapun, any activities," ungkap Djoko.
Lebih lanjut, Djoko menyebut, tantangan keempat adalah lingkungan regulasi yang mendukung. Menurut Djoko, regulasi menjadi faktor kunci dalam perkembangan fintech. Inovasi sering kali datang lebih cepat dari pada regulasi yang ada, sehingga diperlukan lingkungan regulasi yang adaptif.
"Nah, kenapa lingkungan regulasi ini sangat penting? Ini karena tidak terlepas dari adanya inovasi yang terus berjalan dan terus berjalan tanpa kita ketahui barang itu apa. Dan sudah sangat lazim bahwa inovasi itu datangnya pasti lebih duluan dibandingkan dengan regulasi. Nah, jadi tidak pernah inovasi itu menunggu regulasinya ada nggak ya? Nggak. Selalu inovasi lahir duluan. Nah, pertanyaannya adalah apakah kita sudah cukup kemampuan untuk bisa meng-embrace itu semua? Apakah kita sudah punya kemampuan dan infrastruktur untuk bisa merangkul semua inovasi yang terjadi di dunia digital ini? Khususnya yang terkait dengan finansial?," jelas Djoko.

