Pendapatan Bersih VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) Tumbuh Rata-Rata 7,9% Setiap Kuartal
JAKARTA, investortrust.id - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) hingga kuartal III-2024 masih membukukan pendapatan bersih yang stabil dengan pertumbuhan rata-rata 7,9% setiap kuartal di tengah tren penurunan pasar kendaraan bermotor di Tanah Air.
“Perseroan juga masih mencatatkan peningkatan margin laba kotor pada periode tersebut,” kata Presiden Direktur VKTR, Gilarsi W Setijono dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id, Kamis (24/10/2024) malam.
Gilarsi menjelaskan, hingga kuartal III-2024, VKTR membukukan pendapatan bersih Rp 646 miliar dari bisnis penjualan kendaraan bermotor listrik dan manufaktur suku cadang. Angka itu turun 27,5% dibandingkan Rp 891 miliar pada periode yang sama 2023 (year on year/yoy).
Baca Juga
VKTR: Indonesia Bisa Pimpin Transisi Energi Asia Tenggara ke Arah Penggunaan Kendaraan Listrik
“Penurunan ini selaras dengan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang menunjukkan pelemahan penjualan kendaraan niaga di Indonesia sebesar 21% sampai September 2024,” ujar dia.
Menurut Gilarsi Setijono, laba kotor VKTR turun 20,5% menjadi Rp124 miliar hingga kuartal III-2024 dibanding Rp 156 miliar per kuartal III-2023 (yoy). Namun, margin laba kotor meningkat dari 17,5% pada kuartal III-2023 menjadi 19,1% pada kuartal III-2024.
Peningkatan margin laba kotor, kata Gilarsi, terutama ditopang efisiensi produksi di bidang manufaktur suku cadang serta kontribusi penjualan truk dan forklift.
“Perseroan mengalami pertumbuhan stabil di setiap kuartal tahun ini. Kami optimistis pertumbuhan ini akan terus terjadi dengan semakin banyaknya pesanan dan purchase order untuk berbagai macam line up produk VKTR”, tegas Gilarsi.
Gilarsi Setijono mengungkapkan, sampai akhir September 2024, VKTR berhasil meraih tender Transjakarta via operator sebanyak 20 unit bus listrik 12 meter utuh terurai (completely knocked down/CKD).
“Unit-unit tersebut ditargetkan serah terima kepada operator pada akhir tahun ini. Unit tambahan itu diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam penurunan emisi transportasi di Jakarta,” papar dia.
Gilarsi menambahkan, di luar proyek Transjakarta, VKTR telah berhasil mengamankan beberapa purchase order (PO) dari instansi pemerintah dan perusahaan BUMN, termasuk unit compactor, dump truck, dan arm roll truck.
Baca Juga
Lepas 10,63% Saham VKTR, Bakrie & Brothers (BNBR) Kantongi Rp 465 Miliar
“Sampai saat ini, dua unit compactor listrik pertama bahkan telah beroperasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) sejak Agustus 2024,” tutur dia.
Proyek Magelang Segera Rampung
Selain itu, menurut Gilarsi, fasilitas kendaraan listrik berbasis CKD yang sedang dibangun di Magelang, Jawa Tengah, telah mencapai 86%. Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir 2024.
Gilarsi mengemukakan, fasilitas tersebut akan menjadi yang pertama di Indonesia yang mampu memproduksi sasis kendaraan listrik komersial dengan metode CKD.
“Pencapaian ini juga diakui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) karena tingkat komponen dalam negeri (TKDN) telah melebihi 40% untuk produk bus 12 meter,” ucap Gilarsi.
Baca Juga
Lepas 2,23% Saham VKTR Teknologi (VKTR), BNBR Ungkap Tujuan Ini
Gilarsi Setijono menegaskan, VKTR terus berkomitmen untuk berinovasi dan menyediakan solusi transportasi ramah lingkungan, sambil meningkatkan kinerja keuangan yang berkelanjutan.
Meskipun pasar kendaraan listrik komersial masih menghadapi tantangan adopsi, kata dia, respons terhadap perubahan iklim yang mulai menjadi penggerak utama di berbagai kebijakan menunjukkan bahwa elektrifikasi mobilitas komersial hanya soal waktu.
“Dengan komitmen kuat terhadap keberlanjutan, VKTR optimistis akan mampu memenuhi ekspektasi pemangku kepentingan dan berkontribusi pada transformasi industri transportasi di Indonesia,” tandas dia.

