VKTR: Indonesia Bisa Pimpin Transisi Energi Asia Tenggara ke Arah Penggunaan Kendaraan Listrik
JAKARTA, investortrust.id - Komisaris PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Lord Sarfraz Aamer Ahmad mengatakan bahwa Indonesia akan memainkan peran dalam transisi energi di Asia Tenggara. Hal ini didorong oleh komitmen Indonesia dalam penerapan transisi energi untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060.
Bahkan, Lord Sarfraz mengapresiasi bahwa di tengah ketidakpastian sejumlah negara dalam penerapan elektrifikasi, Indonesia menjadi salah satu negara yang tetap konsisten.
“Jika ada pasar di dunia dari sisi ukuran dan kemampuan untuk bertransisi, yang paling optimis justru bukan kebanyakan negara-negara di Eropa. Sejujurnya (konsistensi untuk transisi) ada di kawasan ini, Asean. Saya kira Indonesia akan memainkan peran (menjadi) pemimpin dalam transisi energi,” ujar Lord Sarfraz saat diwawancarai investortrust.id di kantor investortrust.id, Jakarta, Jumat (11/10/2024).
Baca Juga
Komisaris VKTR Harap Pemerintahan Prabowo Konsisten dalam Kebijakan Kendaraan Listrik
Tidak hanya itu, ia menilai bahwa Indonesia berpotensi mampu membuat pabrik electric vehicle (EV) sendiri, seperti negara-negara lain. Kendati inisiatif ini merupakan upaya yang memakan waktu bertahun-tahun untuk bisa diwujudkan. “Ya, Indonesia 100 persen benar-benar (mampu),” tambahnya.
Untuk itu, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sebagai salah satu pionir dalam kendaraan listrik di Indonesia terus berupaya untuk memperkenalkan produk baru di industri dan terus menggaet mitra-mitra bisnis di seluruh dunia untuk mendorong bertumbuhnya industri kendaraan listrik di Indonesia.
“Jadi, kita memiliki mitra-mitra tertinggi di seluruh dunia yang bekerja (di industri kendaraan listrik). . Jadi, saya sangat bersemangat,” imbuh Lord Sarfraz.
Asal tahu saja, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), sub-holding dari PT Pertamina (Persero) menjadi salah satu mitra PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk untuk merintis solusi mobilitas berkelanjutan untuk transportasi umum di Indonesia. Kemitraan yang diresmikan melalui Letter of Interest kepada US International Development Finance Corporation (US DFC) ini merupakan upaya strategis untuk mencapai target emisi Net Zero Indonesia pada tahun 2060.
Baca Juga
Pertamina NRE dan VKTR Kembangkan e-Mobility as a Service, Percepat Adopsi Mobilitas Berkelanjutan
Belum lama ini VKTR juga kembali menjalin kemitraan dengan anak usaha PT Pertamina (persero), yaitu PT Pertamina Power Indonesia (PPI), untuk mengembangkan fasilitas mobility as a service. PPI diketahui menjalankan bisnis di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Kedepannya, kedua perusahaan ini akan fokus pada pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan baterai.
VKTR juga turut berpartisipasi dalam penyediaan kendaraan listrik untuk Ibu Kota Negara (IKN) yang ditargetkan dapat menjadi smart city dan green city.
“Penting bahwa tidak hanya Jakarta yang menjadi kota pengguna EV, Jadi, saya pikir VKTR bisa melihat (ekosistem kendaraan listrik) secara lebih holistis,” pungkasnya.

