Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, BBTN, CPIN, BBCA, MAPA, dan SMDR
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melemah terbatas, dengan pergerakan diperkirakan di range 7.700-7.850 pada perdagangan hari ini. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni saham bank BUMN yang fokus pada kredit properti Bank Tabungan Negara (BBTN), serta saham lain seperti Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), Bank Central Asia (BBCA), Map Aktif Adiperkasa (MAPA), dan Samudera Indonesia (SMDR).
“BBTN kami rekomendasi buy. Take profit Rp 1.490-1.515, stop loss Rp 1.430,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Kamis (24/10/2024).
Baca Juga
Asing Net Sell Saham Jumbo Rp 2,73 Triliun Rabu, Net Buy SBN Rp 0,71 Triliun
Head of Research Mega Capital Sekuritas ini juga membeberkan, IHSG pada perdagangan kemarin bergerak konsolidasi melemah ke level 7.787 atau terkoreksi 0,02%. Pelemahan tersebut diikuti oleh aksi jual investor asing di pasar reguler sebesar Rp 444 miliar, dengan 5 saham yang paling banyak dijual yaitu BBRI, TLKM, PSAB, BRMS, dan BREN.
"Musim rilis kinerja emiten kuartal III-2024 telah dimulai, hal ini akan membuat pasar cenderung volatile merespons berbagai hasil kinerja emiten. Sentimen negatif dari pelemahan harga komoditas berpotensi menekan sektor energi dan bahan baku," ujarnya.
Baca Juga
Segerakan Hilirisasi Biodiversitas Nusantara untuk Dukung Program Prabowo
Bursa Saham Global
Sementara itu, bursa saham global kompak terkoreksi. Salah satu indeks utama Bursa Wall Street, Nasdaq, memimpin pelemahan.
"Nasdaq memimpin pelemahan akibat hasil rilis kinerja emiten seperti Tesla dan Boeing yang mengecewakan pasar. Hal ini turut diikuti oleh pelemahan pada saham-saham teknologi raksasa lainnya seperti AAPL dan NVDA," ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, harga komoditas berbalik melemah di tengah tren penguatan dolar Amerika Serikat. Harga minyak mentah terkoreksi lebih dari 1% dalam sehari, merespons rilis data cadangan minyak mentah AS yang naik 5,5 juta barrel ke 426 juta barel per 18 Oktober 2024.
"Data ini jauh melampaui perkiraan pasar yang hanya naik 270 ribu barel," ucapnya.

