Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, INKP, AUTO, SMDR, SGER, dan APLN
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melemah terbatas, dengan pergerakan diperkirakan di range 7.450-7.570 pada perdagangan hari ini. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Indah Kiat Pulp & Paper (INKP), Astra Otoparts (AUTO), Samudera Indonesia (SMDR), Sumber Global Energy (SGER), dan Agung Podomoro Land (APLN).
“IHSG ditutup melemah signifikan di level 7.527 atau minus 2,2%, pada perdagangan Senin. Adapun rilis data PMI Manufaktur Tiongkok periode Agustus yang meningkat, bahkan di atas ekspektasi pasar meski masih di zona kontraksi, menjadi penyebab berlanjutnya sentimen positif di Bursa Shanghai setelah berbagai stimulus PBOC. Stimulus tersebut menjadi kontras terhadap bursa domestik yang relatif minim sentimen positif dan justru di tengah penantian data ekonomi seperti inflasi Indonesia dan pertumbuhan PDB kuartal III 2024,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Selasa (1/10/2024).
Baca Juga
Harga Emas Antam Turun Dalam Rp 12.000 per Gram di Awal Oktober 2024
Investor asing, kata Cheril, kembali mencatatkan net sell jumbo sebesar Rp 2,65 triliun. Lima saham yang paling banyak dijual yaitu BBRI, BBCA, BMRI, ADRO, dan PTBA.
"Secara sektoral, sektor yang melemah paling signifikan secara bobot yaitu energi dan keuangan, masing-masing 11,59 poin dan 10,71 poin. Sektor energi tertekan oleh koreksi pada saham DSSA yang melemah 2,95% sehari, setelah rilis data penurunan laba bersih sebesar 40% pada semester I 2024," tuturnya.
Sentimen Global
Head of Research Mega Capital Sekuritas ini juga membeberkan sentimen dari bursa utama dunia. Bursa Wall Street Amerika Serikat kembali rally, kemarin waktu setempat. Indeks S&P 500 kembali cetak rekor all time high (ATH).
Sentimen positif datang dari komentar dari Ketua The Fed Jerome Powell. "Jerome Powell menilai inflasi AS sedang dalam tren penurunan dan memberi signal penurunan suku bunga 25 bps sebanyak 2 kali di sisa tahun ini," ujarnya.
Baca Juga
Prospek Permintaan Melemah di Tengah Konflik Timur Tengah, Harga Minyak Dunia Naik

