Harga Emas Naik Lagi Seiring Berlanjutnya Konflik Timur Tengah dan Ketidakpastian Pemilu AS
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas dunia meningkat setelah pasar menyesuaikan taruhan terhadap penurunan suku bunga secara bertahap sambil mengawasi persaingan pemilihan presiden yang ketat dan ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah.
Mengutip Bloomberg, Rabu (23/10/2024) terpantau pada pukul 13.22 WIB harga emas dunia di pasar spot naik 3,82 poin (0,14%) ke level US$ 2.752,83 per troy ons.
Menurut riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX), dalam berita yang beredar, sebelumnya pada hari Senin, Israel telah meningkatkan pembomannya di Beirut dengan menghancurkan beberapa target. Selanjutnya pada Selasa pagi, Hizbullah mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan roket ke dua pangkalan di dekat Tel Aviv dan satu pangkalan di dekat Haifa.
Baca Juga
Harga Emas Batangan Antam Turun Rp 4.000 Jadi Rp 1.510.000 per Gram
"Ini menyusul serangkaian serangan udara Israel di Lebanon selatan dan Beirut. Dalam satu serangan Israel di dekat Rumah Sakit Hariri di Beirut, jumlah korban tewas dikatakan telah meningkat menjadi 13," tulis riset tersebut.
Sentimen ini turut mendukung harga emas lebih lanjut, serta fokus pasar masih melihat pertarungan antara wakil presiden AS dari Partai Demokrat Kamala Harris dan mantan Presiden Partai Republik Donald Trump. Menyempitnya peluang kemenangan antara calon presiden dari Partai Demokrat dan Partai Republik telah menciptakan ketidakpastian pemilu AS yang pada akhirnya mendukung emas sebagai lindung nilai.
Baca Juga
Sebelumnya, pasar telah memperkirakan suku bunga AS turun tajam, namun pasca data ekonomi AS yang menunjukan pemulihan secara tak terduga, para pelaku pasar saat ini melihat kecondongan yang lebih landai menghilangkan kemungkinan penurunan suku bunga yang lebih agresif pada tahun ini.
Riset ICDX menunjukkan saat ini harga emas meningkat dengan support beralih ke area US$ 2.650 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.685. Sementara support terjauhnya berada di area US$ 2.610 - US$ 2.560, sedangkan untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.720 - US$ 2.755.

