Ketidakpastian Meningkat, Harga Emas Kembali Cetak Rekor
NEW YORK, investortrust.id - Emas mencapai rekor tertinggi pada hari Selasa (22/10/2024). Melesatnya harga emas dipicu oleh berbagai faktor. Antara lain, meningkatnya permintaan safe-haven karena ketidakpastian pemilu AS dan perang di Timur Tengah, serta ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut yang memperkuat kenaikan emas.
Baca Juga
Konflik Israel-Hizbullah, Hampir 400 Ribu Orang Tinggalkan Lebanon Menuju Suriah
Harga emas spot naik 0,7% menjadi $2.739,81 per ons setelah mencapai rekor $2.744,08 sebelumnya. Kontrak berjangka emas AS naik 0,6% menjadi $2.754,30.
Emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, telah naik lebih dari 32% tahun ini, mencapai beberapa rekor tertinggi. Suku bunga yang lebih rendah juga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset.
"Ketegangan geopolitik tetap menjadi pendorong utama. Dua minggu menjelang pemilu AS, persaingan tampaknya masih sangat ketat, sehingga ketidakpastian politik yang signifikan juga mendorong minat safe-haven pada emas," kata Peter A. Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals, seperti dikutip CNBC.
"Tentu saja, jika situasi di Timur Tengah semakin memanas, kita bisa melihat harga emas mencapai $3.000 sebelum akhir tahun, tetapi saya cenderung lebih memprediksi di kuartal pertama," tambah Grant. Menurut dia, pelonggaran kebijakan moneter dari banyak bank sentral utama juga merupakan faktor yang mendorong kenaikan harga emas.
Wakil Presiden AS dari Partai Demokrat, Kamala Harris, memimpin tipis dengan 46% berbanding 43% melawan mantan Presiden Republik, Donald Trump, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos.
Baca Juga
Kamala Harris dan Trump Bersaing Ketat, 7 Negara Bagian Jadi Penentu
"Penurunan peluang kemenangan antara kandidat presiden Demokrat dan Republik ketika Kamala Harris menjadi calon Demokrat, telah menciptakan ketidakpastian hasil, yang mendukung kenaikan harga emas," tulis analis di BNP Paribas dalam sebuah catatan.
Dari sudut pandang teknis, Indeks Kekuatan Relatif (RSI) untuk emas, yang saat ini berada di angka 74, menunjukkan bahwa harga emas telah memasuki wilayah "overbought".
Harga perak spot naik 2,8% menjadi $34,72 per ons setelah mencapai level tertinggi sejak akhir 2012.
"Kita harus melihat harga perak melampaui $35 sebelum hari pemungutan suara 5 November, asalkan faktor pendukung logam mulia tetap ada," kata Han Tan, kepala analis pasar di Exinity Group.
Platinum naik sekitar 2,6% menjadi $1.029,10 per ons. Palladium bertambah 2,2% menjadi $1.074,38.

